Loading...
KabarUtama

Pembangkangan Sipil Terhadap Ahok : Tenabang, Korban Pencitraan Jokowi

cp liputan6.com



tenabangahokkabarin.co – Seorang tim media Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menyebarkan foto keadaan di Stasiun Tanah Abang.  Menurut dia, yang menurutnya diambil sendiri, gara-gara ditinggalkan Ahok Tanah Abang kembali semrawut. Harini ini saya membaca di sebuah situs, dengan judul Selamat Datang “Jakarta Lama”. Isinya senada dengan postingan tim media Ahok beberapa hari sebelumnya.

Tanah Abang atau warga asli daerah itu menyebut Tenabang memang seringkali menjadi tolak ukur untuk melihat Jakarta. Kawasan beserta pasarnya punya sejarah panjang, menjadi perebutan banyak pihak. Kalau jaman dulu tempat perebutan para jawara, kini menjadi rebutan taipan rakus tanah dengan cecunguknya. Tenabang tempat bisnis yang menggiurkan.

Nah, kenapa Tenabang sempat tertib saat  Joko Widodo (Jokowi) naik menjadi Gubernur DKI Jakarta.  Citra Jokowi, saat menjadi Walikota Solo, membangun tanpa menggusur, melekat dan melambung karena media bisa membangun citra itu.  Sehingga banyak harapan orang dengan sosok sopan,  mengedepankan dialog dan memanusiakan manusia. Pada dasarnya orang Tenabang, seperti orang (Bangsa)  Betawi lainnya, menerima dengan terbuka orang luar. Apalagi jika orang itu bermaksud baik untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, membangun kawasan itu.

Lalu, dengan semangat kebersamaan orang Tenabang membantu Jokowi, ikut menertibkan Tanah Abang. Lagi pula, kebanyakan yang mencari hidup di kawasan itu 0rang-orang  rantau, dari luar Jakarta. Dengan bantuan orang yang disegani (dihormati) orang Tenabang, Bang Ucu (Yusuf Muhi). daerah itu lalu menjadi tertib, dan orang-orang Tenabang bener-bener menjaganya. Citra Jokowi langsung melambung.tenabng1

Seiring dengan jalannya waktu, Jokowi naik menjadi Presiden. Namun, apa yang sudah dirintis Jokowi, tak dirawat penggantinya. Malah petantang petenteng, menggunakan kekerasan, bahkan tak jarang cuma main sandiwara dengan preman yang memang selama ini menguasai. Sejak, Gubernur pengganti Jokowi bersikap begitu, masyarakat Tenabang cuek dan kawasan Tenabang menjadi tambah kumuh dan semrawut. Kalau dulu kesemrawutan hanya terjadi di sekitar pasar,di sejak Gubernur pengganti Jokowi, kesemrawutan dan kekumuhan masuh ke gang-gang, dan kampung-kampung sekitarnya. Gara-gara, para pedagang di sekitar Pasar Tanah Abang, takut barang bawaan mereka dirampas centeng Pemda alias Satpol PP dan pasukan tambahan dari Polri dan TNI.

Masyarakat Tenabang melakukan pembangkangan sipil, diam saja tak lagi mau membantu penguasa angkuh yang merasa sudah pasukan. Gubernur penggantii Jokowi pun tak mampu mengatasinya, sampai dia terjungkal cuti karena ikut Pilkada 2017. Apalagi, ternyata, sejak menjadi Presiden,  Jokowi seakan melupakan bahwa ada manusia di Tenabang citranya yang sopan, dan memanusiakan manusia, luntur, ditambah kelakuannya penggantinya, yang dianggap sudah offside .  Tenabang. kini semrawut kembali, dan  sesungguhnya dia korban pencitraan Jokowi. Kini, warga menunggu pemimpin Jakarta yang baru, yang mampu berdialog dengan rakyat, dan punya keberpihakan pada rakyat. bukan  pada taipan rakus yang berteman dengan preman.

Baca Juga:

Jika Ahok Bebas, Akan Terjadi Boikot dan Pembangkangan Sipil

Koalisi Masyarakat Sipil Mendesak Pemerintah Dan DPR Mengubah UU 32/1997

Terkait Kontrol Sosial Media, Benarkah Rezim Jokowi Lebay dan Paranoid?








loading...

Film Dokumenter “Unfair Jakarta” Wajib Ditonton Untuk Memperkaya Informasi Kezaliman di Nusantara dan Menumbuhkan Solidaritas

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top