Loading...
KabarEkonomi

Pelindo II Dapat Utang Rp 250 Miliar dari Bank Mandiri, Untuk Kembangkan Anak Usaha

finance.detik.com

kabarin.co – Jakarta, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyalurkan kredit modal kerja senilai maksimum Rp 250 miliar kepada PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II atau IPC untuk membantu pengembangan bisnis anak perusahaan IPC, yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraaan Terminal (IKT) dan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI). Pinjaman ini digunakan untuk mempercepat layanan di pelabuhan.

Pinjaman itu merupakan kelanjutan dari fasilitas treasury line senilai maksimal US$ 70 juta yang telah disepakati pada Juni lalu sebagai alternatif sumber pendanaan valas perusahaan.

Acara MoU ini dihadiri oleh Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto. Sedangkan penandatanganan Perjanjian Kredit Modal Kerja dilakukan Direktur Keuangan IPC Iman Rachman, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar, Direktur Utama PTP Arif Suhartono, Direktur Keuangan IKT Arman Badudu dan Direktur Utama JPPI Haryadi Budi Kuncoro.

Kredit tersebut bertenor 1 tahun hingga tahun 2017. Suku bunga kredit ini belum ditentukan karena tergantung pada saat penarikan.

“Bunganya semua sama jadi nanti akan tergantung penarikan nggak bisa disamaratakan. Dananya jauh lebih besar daripada yang diberikan. Kitanggak bisa sama ratakan tapi usahakan single digit,” ujar Sulaiman, di kantor IPC, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/9/2016).

Di samping itu, Bank Mandiri juga menyediakan layanan perbankan non tunai di pelabuhan yang berada di wilayah kerja Pelindo II guna meningkatkan kualitas pelayanan dan operasional untuk menunjang pergerakan barang dan jasa yang semakin mudah dan cepat.

Atas hal itu, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Kerja Sama Penggunaan Jasa dan Produk Perbankan oleh Direktur Keuangan IPC Iman Rachman dan SEVP Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar.

Elvyn menjelaskan, perusahaan secara bertahap tengah melakukan usaha-usaha untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dengan memperbaiki setidaknya empat area, yaitu kecepatan pelayanan (speed), akses dan kemudahan pelayanan, physical appearance dari fasilitas Pelayanan kepelabuhanan, dan keramahan (friendliness) Pelayanan perusahaan kepada pengguna jasa.

Salah satu caranya adalah dengan penerapan cash management system(CMS) di mana pengguna jasa tidak perlu lagi bertransaksi secara fisik dengan membawa uang dalam jumlah besar ke loket pembayaran, melainkan dengan transaksi antar rekening bank.

Selanjutnya, perusahaan juga mendukung program Kementerian BUMN, yaitu Integrated Billing System/Single Billing untuk mengintegrasikan Sistem Pelayanan Jasa Kepelabuhanan Pelindo I, II, III dan IV.

“Kerjasama dengan Bank Mandiri diharapkan dapat menunjang usaha-usaha IPC untuk menyederhanakan dan mempercepat transaksi dan layanan kepada pengguna jasa,” papar Elvyn.

Menurut Elvyn, penandatanganan perjanjian dan MOU tersebut merupakan salah satu bentuk penguatan sinergi antar BUMN untuk mendorong optimalisasi biaya dan proses pelayanan yang pada gilirannya akan menunjang perekonomian nasional.

“Kami optimis bahwa sinergi antara IPC dengan Bank Mandiri ini tidak hanya mempermudah para pengguna jasa kepelabuhanan, namun juga meningkatkan efisiensi biaya logistik dan daya saing kinerja integrasi logistik nasional,” tutur Elvyn .

Elvyn menjelaskan, pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur utama dalam mendorong ekonomi nasional. Saat ini, IPC mengelola 12 pelabuhan di 10 provinsi di Indonesia dan memiliki 16 Anak Perusahaan yang berkonsentrasi di dalam berbagai bidang pelayanan jasa kepelabuhanan, logistik dan bisnis pendukung.

Berdasarkan data tahun 2015, IPC mampu melayani hingga lebih dari 54 ribu kunjungan kapal, menangani lebih dari 85 juta ton kargo dan jumlah peti kemas yang dibongkar muat mencapai lebih dari 5,9 juta TEUs.

“Tingginya jumlah pelayanan IPC tersebut menggambarkan besarnya potensi yang bisa digarap dari inovasi layanan transaksi non tunai,” jelas Elvyn.

Sementara Sulaiman A Arianto mengungkapkan, Bank Mandiri berkomitmen penuh mendukung IPC mengingat peran sentral perusahaan tersebut dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Perseroan berkeinginan untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder guna merealisasikan program Nawacita Kabinet Kerja, terutama guna memperkuat produktivitas dan daya saing serta meningkatkan kemandirian ekonomi,” ungkap Sulaiman.

Lebih lanjut, Sulaiman mengatakan, keinginan tersebut terlihat melalui komitmen pembiayaan yang telah diberikan kepada Pelindo I-IV yang telah mencapai Rp7,18 triliun hingga Juni 2016, baik sebagai kredit investasi, maupun kredit modal kerja.

Selain itu, tambahnya, dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat interkonektivitas di antara pusat-pusat ekonomi di Indonesia.(det)

Baca Juga:

Jokowi Resmikan New Priok Container Terminal (NPCT) 1 Kalibaru Pagi Ini

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 7 Triliun

Loading...

Terpopuler

To Top