Loading...
Kebencanaan

Peduli Korban Gempa Cianjur, Pemprov Sumbar Bakal Kirim Rendang

Rendang masakan Minang (KABARIN/Istimewa)

Kabarin.co, Padang – Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo baru saja menghoyak Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya. Ratusan jiwa jadi korban, dan ratusan rumah hancur.

Kabar duka dari Pulau Jawa itu bahkan telah sampai ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tapi juga bakal mengirim rendang untuk korban gempa.

Pernyataan itu, disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Jumaidi, bahwa pihaknya akan mengumpulkan rendang secara badoncek untuk dikirim ke Cianjur, Jabar.

“Kita turut prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Cianjur. Jadi kita berinisiatif untuk menghimpun rendang kemasan secara badoncek,” kata Jumaidi, Senin (21/11) di Padang.

Menurutnya, penghimpunan rendang secara badoncek ini akan dimulai besok di Kantor BPBD Sumbar. Kendati tak ada jumlah target, namun bantuan ini sebagai bentuk solidaritas bagi korban bencan di Cianjur.

“Tak ada target jumlah. Ini bentuk solidaritas kita. Jadi terbuka bagi setiap OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) yang ingin berpartisipasi,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan pihak Pemprov Sumbar melalui Kabiro Adpim Setdaprov Sumbar, Maifrizon, bahwa gubernur dan wagub Sumbar akan mengirim bantuan rendang untuk korban gempa di Cianjur, Jabar.

“InsyaAllah, Bapak Gub dan Wagub tetap seperti biasanya, akan  mengirim bantuan rendang. Semaksimalnya,” ungkap Maifrizon kepada kabarin.co Padang.

Selain itu, pihaknya juga ikut memantau korban, termasuk perantau Minang yang terdampak akibat bencana gempa di Cianjur dan sekitarnya. Hanya saja, hingga saat pihaknya belum mendapat angka pasti.

Untuk diketahui, gempa 5,6 magnitudo mengguncang wilayah Cianjur, Jabar dan sekitarnya pada Senin, (21/11) sekira 13.21 WIB. Jumlah korban saat ini, sebanyak 56 orang meninggal, 40 orang di antaranya anak-anak.

Kemudian, mencapai 800 orang mengalami luka-luka, dan mayoritas mengalami patah tulang. Lalu lebih 469 rumah rusak. Data korban jiwa, rumah, dan fasilitas umum bisa saja kemungkinan bertambah.

Hasil penelurusan, daerah yang paling parah terdampak yakni Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur, dan Cianjur Kecamatan Cugenang. Data ini masih terus diperbaharui pihak terkait.

Loading...

Terpopuler

To Top