Loading...
KabarUtama

PDIP Tidak Akan Leluasa Jika Bersekutu dengan Ahok

Gerindra

Gerindra memprediksi PDI Perjuangan tak akan bisa leluasa seandainya memilih untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua DPD Gerindra M Taufik dan Sandiaga Uno/cnn-sf

kabarin.co, JAKARTA – Partai Gerindra menganggap langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang bergabung dalam Koalisi Kekeluargaan merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, Gerindra memprediksi PDI Perjuangan tak akan bisa leluasa seandainya memilih untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerindra DKI Jakarta M. Taufik menjelaskan jika PDI Perjuangan mengusung Ahok maka mereka tak bisa memilih siapa sosok calon gubernurnya karena posisi itu sudah dipastikan jadi milik sang petahana.

“Di tempat Ahok itu, PDI Perjuangan tak bisa menentukan calon gubernur,” kata Taufik saat ditemui di kantor DPD Gerindra DKI, Rabu (10/8).

Menurut Taufik, keadaan terbalik justru dirasakan PDIP saat berada di Koalisi Kekeluargaan yang dibentuk untuk melawan Ahok. Di koalisi tujuh partai politik tersebut, kata Taufik, PDIP mendapat keistimewaan untuk menentukan siapa calon gubernur yang nantinya akan mereka usung.

Baca Juga  BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Perhitungan KPU

Pilihan tersebut memang jadi pilihan terbaik bagi PDI Perjuangan, apalagi mereka berstatus sebagai satu-satunya partai politik di DKI Jakarta yang bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

PDI Perjuangan memiliki 28 kursi di DPRD DKI, jumlah yang lebih dari cukup untuk bisa mencalonkan gubernur dan wakil gubernur dari jalur partai politik.

Dengan jumlah kursi sebanyak itu sudah pasti PDIP tak mau hanya mendapatkan kursi wakil gubernur, mereka sudah pasti berambisi untuk memperoleh kursi DKI 1.

“Di tempat kami (Koalisi Kekeluargaan) PDI Perjuangan punya hak menentukan gubernur, jadi pasti lebih menguntungkan ikut kami,” ujarnya.

Baca Juga  Kodam Jaya Bantah Iwan Bopeng Sudah Dipertemukan dengan Pangdam

Tujuh partai politik yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKB, dan PKS membentuk koalisi di bawah nama Koalisi Kekeluargaan untuk menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Meski demikian, koalisi gemuk tersebut belum menentukan siapa calon yang hendak mereka usung. Pertemuan ketujuh partai itu baru membahas kriteria pemimpin Jakarta.

“Kami tidak bicara orang per orang, tapi kriteria seperti apa pemimpin Jakarta yang akan diperjuangkan,” kata Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jakarta Bambang Dwi Hartono dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/8).

Ada tujuh kriteria calon gubernur Jakarta yang disepakati tujuh partai politik Koalisi Kekeluargaan itu, yakni arif, beradab, bijaksana, santun, beretika, bersih, dan cerdas.

Sementara itu elite PDIP yang menjabat Ketua Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, mengatakan Ahok tidak konsisten dalam bersikap mengenai pilihan jalur perseorangan atau partai politik.

Baca Juga  Ahok: Puji Tuhan, Alhamdulillah Kalau PDIP Dukung Saya

“Dia (Ahok) tadinya akan memilih jalur independen untuk maju dalam pilkada tapi kemudian berubah menjadi ke jalur partai,” ujar Komarudin kepada CNNIndonesia.com.

Bahkan, kata Komarudin, sebelumnya Ahok juga memberi penilaian kurang baik terhadap partai politik sehingga dulu Ahok menyatakan bakal menempuh jalur perseorangan.

Komarudin kemudian menyinggung soal penggalangan dukungan yang sudah dilakukan oleh Teman Ahok agar bisa menempuh jalur independen dalam pilkada. “Bagaimana itu dengan Teman Ahok yang sudah memberi dukungan,” ucapnya. (cnn)

Baca juga:

Meski Telah Bentuk Koalisi Besar PDIP Masih Bungkam Soal Calon yang Diusung

Romantika Pilgub DKI, Ahok Tak Paham Isyarat ‘Cinta’ Dari PDIP

 

 

Loading...

Terpopuler

To Top