Loading...
Internasional

PBB : Rohingya Adalah Tragedi Kemanusiaan

kabarin.co JENEWA — Lembaga PBB menyatakan Muslim Rohingya adalah korban kejahatan kemanusiaan. Hal itu dikatakan setelah mantan sekjen PBB Kofi Annan melihat Rakhine, negara bagian Myanmar yang menjadi wilayah asal tempat itu bermukim.

Tentara Myanmar diduga telah melakukan tindakan keras terhadap warga Rohingyadi Rakhine, Ribuan penduduk itu kemudian mulai melarikan diri ke wilayah perbatasan hingga baru memasuki kawasan Bangladesh.

Tindakan ini membuat warga Rohingya mencakup penyiksaan, pembunuhan, hingga pelecehan seksual. Selain itu, Analisis citra satelit yang digunakan kelompok pengawas ham, Human Right Watch, memantau pembersihan etnis telah terjadi di Rakhine. Pemukiman itu yang kebanyakan muslim itu dihancurka hingga rata.

Baca Juga  Wawancara Ekslusif Jasriadi Saracen: Penghinaan Agama Islam dan Ujaran Kebencian

Meski banyak bukti yang menunjukkan tindakan keras terhadap warga sipil Rohingya dilakukan, pemerintah Myanmar membantah tegas hal itu, Negara mengecam pernyataan pejabat yang menuduh pembersihan etnis tengah terjadi di Rakhine.

“Pemerintah Myanmar membantah semua tuduhan telah melakukan kekerasan pada warga Rohingya, namun pada saat bersama tidak memberikan pihak lain akses masuk ke Rakhine melihat keadaan mereka,” ujar peneliti dari kelompok HAM, dilansir Al Jazeera, Rabu (30/11).

Baca Juga  Ribuan Massa Aksi 2 Desember dari Bogor Jalan Kaki ke Jakarta

PBB sebelumnya Juni lalu, pernah menemukan faktor indikasi kejahatan telah terjadi di Myanmar atas Rohingya. Kali ini, bukti serupa di dapat kembali dari jumlah laporan kekerasan yang terjadi di Rakhine oleh pasukan militer negara itu.

Annan yang melakukan perjalanan satu pekan di Myanmar, termasuk di wilayah utara Rakhine menyatakan keprihatinan mendalam terhadap warga Rohingya, Ia juga menilai pemimpin negara itu, tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengatasi perpecahan yang diyakini atas masalah etnis dan agama.

Baca Juga  Lily Martiani Maddari, Janda Bupati dan Istri Ketiga Gubernur Bengkulu yang Kena OTT KPK

“Apa yang dilakukan oleh seorang pemenang Nobel Perdamaian Suu Kyi tak ada berarti. Ia hanya mencoba berbicara, bernegosiasi, dan membangun kepercayaan dengan militer negara,” kata Annan. (nap/rep)

 

Baca Juga :

Masalah Rohingya, Malaysia Ancam Keluar Dari Piala AFF

Aktivis HAM Menuduh Suu Kyi Meligitimasi Genosida Muslim Rohingya

Loading...

Terpopuler


To Top