Loading...
Kesehatan

Pada Pasien Insomnia Kronis, Psikoterapi Lebih Dianjurkan daripada Obat

Kabarin.co, Jakarta -Insomnia kronis lebih tepat ditangani dengan psikoterapi. Sayangnya, sebagian besar pasien malas melakukannya dan memilih menggunakan obat agar bisa terlelap.

Dr Wayne J. Riley, Presiden American College of Physicians (ACP) mengatakan psikoterapi memang tidak lebih baik daripada obat-obatan untuk mengatasi gangguan insomnia kronis. Meski begitu, risiko yang dimiliki psikoterapi lebih kecil daripada penggunaan obat.

“Terkadang kita lupa bahwa obat-obat yang membuat orang tidur memiliki efek samping serius, dan kita, para dokter, memberikan resep ke pasien agar mereka bisa terlelap,” ungkap Riley.

Baca Juga  Studi Temukan Generasi Milenium Jarang Bercinta

“Padahal risiko efek samping dari Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau psikoterapi lebih rendah. CBT bisa merawat kesehatan tidur sehingga efek yang dirasakan lebih lama,” tuturnya lagi, dikutip dari Reuters.

Data menunjukkan 6 hingga 10 persen penduduk Amerika Serikat mengidap insomnia kronis. Insomnia kronis ditandai dengan kesulitan untuk tidur minimal 3 hari dalam satu pekan, selama tiga bulan berturut-turut.

Baca Juga  4 Trik Seksi Pancing Pria untuk Bercinta

Dalam pedoman terbaru yang diterbitkan di jurnal Annals of Internal Medicine, ACP mengatakan penanganan insomnia kronis dengan obat memang memiliki hasil yang lebih cepat. Namun efek yang dihasilkan sebentar dan penggunaan obat dalam jangka panjang memperparah kondisi depresi.

Di sisi lain, CBT lebih fokus kepada pengubahan perilaku dan kondisi psikologis pasien. Memang butuh waktu sedikit lama, namun efek CBT lebih panjang tidak menimbulkan efek samping seperti depresi.

Baca Juga  3 Gaya Seks Oral yang Bikin Pasutri Cepat Orgasme

“Dokter harus bisa mengarahkan pasien untuk melakukan CBT terlebih dahulu sebelum meresepkan obat. Sehingga risiko efek samping seperti depresi bisa dihindari,” tutup Riley.

Comments
Loading...

Terpopuler


To Top