Loading...
Daerah

Parahnya Banjir Kota Padang: Dari Mesjid Raya Sumbar Terendam, Sampai Sahur Ditengah Banjir

Mesjid Raya Sumbar, tak luput dari terjangan banjir yang melanda Kota Padang sejak Rabu dinihari.(foto: istimewa)



kabarin.co – Banjir besar yang melanda hampir seluruh bagian Kota Padang, Sumatra Barat, sejak Rabu (31/5) dinihari WIB, belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Hingga siang, intensitas hujan masih tinggi, akibatnya di sejumlah titik ketinggian air bertambah naik.

Parahnya banjir yang lenada Kota Padang kali ini, juga terlihat disejumlah tempat. Yang paling parah terjadi di Kecamatan Padang Barat. Bahkan Mesjid Raya Sumbar  yang terletak di kawasan Padang Baru, juga terlihat  terendam banjir.

Parahnya Banjir Kota Padang: Dari Mesjid Raya Sumbar Terendam, Sampai Sahur Ditengah Banjir

Salah satu bangunan yang landmark Ibukota Sumatra Barat,  Bangunan utama terdiri dari tiga lantai dengan luas area sekitar 40.000 meter persegi yang mampu menampung sekitar 20.000 jamaah itupun, pun tak luput dari banjir.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang, akhirnya meliburkan siswa dari kegiatan belajar mengajar di sekolah akibat banjir. Padahal hari ini siswa SD dan SMP sedang menjalani ujian akhir semester.

“Mengingat cuaca buruk dan kondisi yang tidak memungkinkan, maka sekolah diliburkan,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, di Padang, Rabu.

Pihaknya sudah mengimbau kepala sekolah melalui kepala Dinas Pendidikan untuk mengumumkan hal tersebut kepada siswa. Kebijakan itu dilakukan, kata Mahyeldi, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk dari dampak banjir tersebut.

Wali KOta Padang itu juga meminta kepada pengurus sekolah atau warga untuk melaporkan kerusakan atau kerugian akibat banjir tersebut. “Laporan ini penting untuk memudahkan kinerja tim di lapangan,” ujar dia.

Kepala Dinas Pendidikan Padang Barlius menambahkan siswa terpaksa diliburkan karena intensitas hujan masih tinggi. Seyogianya, kata dia lagi, siswa SD dan SMP sedang melaksanakan ujian kenaikan kelas namun terpaksa diundur jadwalnya hingga Jumat (2/6) 2017.

Pantauan di lapangan, air setinggi lutut orang dewasa dipastikan tergenang di seluruh kecamatan. Ada beberapa lokasi yang terparah, seperti Jondul Rawang, Jalan Joni Anwar dan Alai, di sana air sudah mencapai sepinggang.








loading...

Dari beberapa lokasi tersebut, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama tim gabungan langsung meninjau lokasi dan berupaya mengevakuasi korban.

Seperti diberitakan hariansinggalang.co.id, masih banyak warga yang terjebak. Saat ini tim gabungan tengah mengevakuasi seluruh warga yang masih berada di rumah. “Kita tidak bisa apa-apa. Air dengan cepat langsung naik ke rumah. Tidak seperti biasanya, banjir setinggi ini,” kata Iwan warga Lubuk Lintah.

Pantauan di lapangan, sebagian warga terlihat bertahan di rumah dan masih berupaya mengeluarkan air dari rumah. Diperparah, saat ini listrik mati di beberapa lokasi.‎

Banjir hampir mengepung seluruh penjur Kota Padang, Rabu (31/5). Tidak hanya itu, listrik mati dan angin kencang membuat warga menjadi was-was. Mereka pun santap sahur di tengah air yang menggenangi seisi rumah. “Sahur tetap. Walau keadaan basah-basah begini,” katanya.

Salah satu titik banjir di Kota Padang. (foto: iggoy el Fitra/antarafoto)

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat (Sumbar) memprakirakan hujan lebat yang mengguyur beberapa daerah di provinsi itu sejak dini hari masih berpotensi terjadi hingga malam.

“Diperkirakan hujan masih turun hingga malam, namun intensitasnya sudah mulai berkurang,” kata Kepala Seksi Observasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji saat dikonfirmasi dari Padang, Rabu.

Pada awalnya, katanya BMKG Ketaping memprakirakan pada pukul 08.30 Wib hujan sudah mulai berhenti, namun saat ini awan-awan hujan masih terdapat, tetapi intensitasnya tidak selebat saat dini hari tadi.

Ia menyebutkan 80 persen wilayah Sumbar diguyur hujan yakni Kota Padang, Padangpariaman, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kota Solok.

Selanjutnya Kepulauan Mentawai, Limapuluh Kota, Sijunjung dan Dharmasraya, kemudian dapat meluas ke sebagian wilayah Payakumbuh, Bukittinggi, Sawahlunto, Solok Selatan, dan sekitarnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai banjir yang saat ini sudah terjadi di Kota Padang. “Masyarakat harap berhati-hati dan jika bisa tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Kemudian potensi longsor juga ada terutama di Kecamatan Malalak, Lembah Anai dan Sitinjau laut, sebutnya.

Sementara salah seorang warga Kota Padang, Erman (61) mengatakan ratusan rumah di daerahnya terendam banjir di Jondul, Kelurahan Rawang, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu pagi pukul 03.50 WIB.

“Air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Kami berupaya menyelamatkan barang-barang dari genangan air,” katanya.

Sedangkan Kepala BPBD Padang Edi Hasmi mengatakan pihaknya sudah menerjunkan peralatan ke lokasi banjir. “Saat ini sedang proses, beberapa personel kami sudah ada di lokasi kejadian,” sebut Edi dikutip antarasumbar.com. (*)

Baca Juga:

Banjir Kepung Kota Padang, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Banjir di Padang, Ribuan Rumah Terendam, Satu Orang Tewas

Hujan Sebentar Padang Banjir, Inilah Kata Pakar Tata Kota

Banjir Merendam Kota Padang, Warga di Ungsikan Ke Masjid

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top