Loading...
KabarSport

Pangkostrad Dipinang jadi Ketua K-85, Pelatih Timnas Alfred Riedl

Alfred Riedl, kembali disebut-sebut akan menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Kabarin.co – Meski KLB PSSI untuk memilih pengurus baru belum dilaksanakan, Kelompok 85 rupanya sudah memiliki daftar program kerja yang segera dilakukan.

Salah satunya ketika nanti PSSI sudah memiliki ketua umum yang baru sekaligus jajaran komite eksekutif (Exco). Hal ini seperti dituturkan Letjen Edy Rahmayadi yang merupakan Ketua Kelompok 85, Selasa (24/5).

Letjen Edy Rahmayadi yang juga diinginkan Kelompok 85 untuk menjadi Ketua Umum PSSI itu, mengatakan salah satu program tercepat adalah menunjuk pelatih timnas Indonesia senior.

“Nanti pelatih timnas senior adalah pelatih asing yang pernah menangani di Piala AFF, Alfred Riedl. Pembentukan timnas ini sudah mendesak karena ada agenda penting yang harus diikuti, yaitu Piala AFF 2016 akhir tahun ini,” kata Letjen Edy Rahmayadi, seperti diberitakan TopSkor.co.id

Menurut Edy Rahmayadi yang juga Presiden Direktur PS TNI ini, persepakbolaan di Tanah Air dalam kondisi darurat. “Khususnya darurat atlet sepak bola. Timnas juga harus dibentuk secara kuat. Kami tidak mau lagi Indonesia kalah dari Timor Leste atau Singapura yang jumlah penduduknya kalah dari warga di Tanah Abang,” katanya.

Piala AFF 2016 akan berlangsung pada November hingga Desember mendatang. Kemungkinan besar timnas Indonesia harus bertanding sejak kualifikasi pada Oktober, karena dalam dua edisi terakhir Piala AFF selalu tersisih di penyisihan grup.

Ketua K-85
Kelompok 85 yang terdiri dari 92 voters PSSI, merupakan kumpulan pemilik hak suara PSSI yang menginginkan Kongres Luar Biasa diadakan secepatnya.

Permintaan tersebut secara resmi diajukan K-85 pada Selasa (23/5), di Jakarta. Mereka pun langsung mendeklarasikan penunjukan Letjen Edy kepada media di kantor PS TNI, kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Pusat.

“Mereka semua yang punya hati terhadap pembinaan sepakbola Indonesia menginginkan adanya KLB. Mereka meminta saya selaku presiden direktur PS TNI untuk memimpin kelancaran pelaksanaan KLB yang sedang diproses ini,” kata Edy kepada media, dikutip goal Indonesia.

Permintaan akan KLB oleh K-85 sudah diajukan secara resmi kepada PSSI sejak 3 Mei lalu, diterima langsung oleh sekjend PSSI Azwan Karim untuk diproses. Hanya saja, PSSI kukuh ingin lebih dulu melakukan verifikasi kepada para voters.

“Sebenarnya verifikasi ini tak ada dalam aturan ya. Kalau mau verifikasi silakan saja. Tidak ada tekanan, bola kaki tidak bisa ditekan-tekan, ini bukan politik dan tidak boleh berpolitik. Semua rakyat tahu, kita dalam kondisi darurat bola kaki,” sambung pria yang juga Pangkostrad tersebut.(RMO)

Sumber: dari berbagai sumber

Loading...

Terpopuler

To Top