Loading...
KabarUtama

Orangtua Lapor KPAI Karena Anaknya Diberi Nilai Nol di Rapor

jpnn


kabarin.co – JAKARTA, Orangtua Dvijatma Puspita Rahmani akan melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait keputusan sekolah yang tak menaikkan putrinya ke kelas XI. Sebelumnya, Puspita yang merupakan siswa berprestasi dalam olimpiade biologi mendapat nilai nol di rapor untuk mata pelajaran matematika sehingga membuatnya tak naik kelas.

Dalam kasus ini, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menduga, keputusan sepihak sekolah tersebut termasuk dalam klasifikasi perlakuan tindakan kekerasan psikis terhadap anak. Oleh sebab itu, siang ini, Senin (5/9/2016), orangtua Puspita sepakat melapor ke KPAI.

“Tidak naik kelas bagi siswa tersebut adalah termasuk dalam klasifikasi perlakuan tindakan kekerasan psikis terhadap anak yang diatur pada Undang-Undang Perlindungan Anak, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 80 dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun enam bulan,” tutur Sekretaris Jenderal (Sekjen) FSGI, Retno Listyarti dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone.

Retno menyampaikan, kasus siswa tak naik kelas adalah hal yang wajar dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kendati demikian, peristiwa yang menimpa siswi SMAN 4 Bandung ini berbeda karena Puspita tak masuk sekolah dengan alasan sakit.

“Ketika seorang siswa yang memiliki prestasi dalam olimpiade biologi tidak naik kelas karena tidak mendapatkan kesempatan memberikan tugas susulan dan mengikuti ulangan susulan, maka hal ini tentu menjadi luar biasa,” ucapnya.

Retno menambahkan, ingin mendampingi langsung kasus yang dialami Puspita supaya tidak ada lagi siswa yang dirugikan. Sedangkan orangtua Puspita, Danny Daud Setiana mengungkapkan, saat ini kondisi psikis sang anak belum stabil akibat tidak naik kelas.(oke)

Baca Juga:

Khofifah Indar: Kondisi 7 Anak Korban Prostitusi Kalangan Gay dalam Tahap Pemulihan Mental

Ledia Hanifa: Korban Prostitusi Anak Bagi Penyuka Sesama Jenis harus Segera Direhabilitasi

Salah Seorang Warga Rawajati Resahkan Sekolah Anaknya Terbengkalai









loading...

 

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top