Loading...
Alutsista

Menhan: Negosiasi Pembelian SU 35 Sudah 90 Persen

Sukhoi Su-35

Foto:google/image

kabarin.co-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan proses pembelian pesawat tempur baru Sukhoi Su-35 Flanker E masih belum deal, masih tahap tawar-menawar.

“Saat ini baru proses tawar-menawar. Segera mungkin (diputuskan) ya,” kata Ryamizard sebelum mengikuti sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan keputusan untuk memilih pesawat tempur Su-35 buatan Rusia ini sudah mencapai 90 persen. “Kalau 100 persen belum lah, tapi sudah 90 persen,” ungkapnya. Demikian antara news melaporkan.

Padahal sebelumnya pada awal bulan maret lalu , Menhan telah mengumumkan bahwa Moskow dan Jakarta akan secara resmi menandatangani kontrak pengiriman sepuluh unit jet tempur Su-35 Flanker senilai satu miliar dolar AS pada bulan  April.

Baca Juga  Yonif Raider 515 Kostrad Tanamkan Kedisiplinan Dengan Latihan PBB

Pembelian pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi Su-35 Flanker E, sebagai calon kuat pengganti F-5E/F Tiger II dari Skuadron Udara 14 TNI AU yang selama ini berpangkalan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. 

Selain Sukhoi Su-35 Flanker E, terdapat beberapa nama yang mengajukan diri sebagai alternatif, yaitu JAS39 Gripen A/B atau malah JAS39 Gripen NG dari Saab, Swedia, dan F-16 Blok 60 Viper dari Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Baca Juga  Wakasad Tinjau Batalyon Armed 1 Kostrad dan Batalyon Arhanudri 2 Kostrad

Berdasarkan informasi dari Air Force Technology, Su-35 memiliki kemampuan manuver yang tinggi (+9g) dengan sudut penyerangan tinggi, dan dilengkapi dengan sistem senjata canggih yang membuat pesawat ini memiliki kemampuan tempur yang luar biasa. Kecepatan maksimum pesawat ini mencapai 2.390 kilometer per jam (di ketinggian) atau Mach 2,25.

Sementara, karakteristik taktis penerbangan Su-35S mendekati pesawat tempur generasi kelima. Teknologi siluman diterapkan dalam pembuatan pesawat tempur ini, yaitu dengan menggunakan lapisan peredam radar dan material komposit. Kecepatan maksimum pesawat adalah 1.400 km/jam (di permukaan laut) dengan jarak penerbangan sejauh 3.600 km. Jangkauan deteksi target dalam mode “udara-ke-udara” adalah sekitar 400 km. Radar pesawat secara bersamaan dapat melacak hingga 30 target dan melakukan penembakan ke delapan target udara.(mas)

Comments
Loading...

Terpopuler


To Top