Loading...
Kesehatan

Mengenali Penyakit Kanker Serviks yang Membunuh Julia Perez, Yuk Periksa dengan Metode Pap Smear atau IVA

Kematian artis Julia Perez merupakan pelajaran bagi banyak wanita tentang bahaya kanker serviks. Banyak wanita yang selama ini tidak begitu peduli dengan organ intim mereka sehingga bisa dijangkiti oleh penyakit berbahaya yang bisa merenggut nyawa.




kabarin.co – Kematian artis Julia Perez merupakan pelajaran bagi banyak wanita tentang bahaya kanker serviks. Banyak wanita yang selama ini tidak begitu peduli dengan organ intim mereka sehingga bisa dijangkiti oleh penyakit berbahaya yang bisa merenggut nyawa.

Kanker serviks pada tahap awal tidak menimbulkan gejala yang khas. Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra-kanker dengan melakukan skrining. Skrining atau deteksi dini kanker leher rahim dapat dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear atau IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).

Mengenali Penyakit Kanker Serviks yang Membunuh Julia Perez, Yuk Periksa dengan Metode Pap Smear atau IVA

Pemeriksaan Kanker Serviks dengan Metode Pap Smear

Seperti dikutip dari alodokter.com yang menerangkan cara pemeriksaan. Untuk memeriksa kanker serviks, dokter menggunakan alat bernama spekulum yang dimasukkan ke dalam mulut vagina. Alat ini bisa memperluas lapang pandang dengan membuka mulut vagina sehingga area serviks dan vagina bisa diperiksa lebih teliti.

Setelah itu, sampel sel-sel pada serviks akan diambil memakai spatula (seperti sendok kecil bertangkai panjang) plastik dan sikat kecil. Sel-sel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji.

Tes ini biasanya memakan waktu sekitar lima menit. Selama prosedur, Anda tidak perlu tegang karena kebanyakan wanita tidak merasakan rasa sakit saat melakukan pap smear.

Saat melakukan pap smear, dokter bisa juga mengkombinasikannya dengan tes human papillomavirus (HPV), khususnya buat wanita berusia 30 tahun ke atas. HPV adalah sebuah virus yang menyebabkan infeksi menular seksual, yang dapat menyebabkan kanker serviks pada beberapa wanita.

Secara medis pap smear aman dilakukan. Meski begitu, tetap ada kemungkinan akibat negatifnya. Anda bisa menerima hasil tes yang salah. Contohnya, hasil tes menunjukkan bahwa Anda memiliki sel-sel normal, padahal tidak demikian. Pemicu ketidakakuratan tersebut yaitu sel-sel abnormal tertutup darah dan jumlah sel abnormal sangat sedikit. Namun, kemungkinan sel-sel abnormal dapat terdeteksi jika Anda menjalani pap smear berikutnya.

Agar mendapat hasil tes pap smear seakurat mungkin, sebaiknya hindari berhubungan seksual, membersihkan vagina, dan memakai krim vagina selama 2 hari sebelum tes dilakukan.

Pemeriksaan Kanker Serviks dengan Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)








loading...

Para ahli mengatakan, dengan biaya rendah tes IVA dapat langsung memberikan hasil apakah Anda terkena kanker serviks. Tes IVA adalah prosedur rawat jalan sederhana dan merupakan metode pengujian yang mudah untuk mendeteksi kanker serviks.

Saat melakukan tes IVA, dokter atau bidan akan mengoleskan cairan asam asetat ke dalam area serviks wanita, lalu menunggu sebentar untuk melihat apakah ada perubahan warna pada serviks. Asam asetat yang digunakan sebanyak 3-5 persen. Asam asetat akan menyebabkan dehidrasi sel dan koagulasi permukaan protein pada sel aktif.

Maka, apabila timbul titik-titik putih, itu menandakan Anda terkena kanker serviks sehingga perlu menjalani pemeriksaan lanjutan . Namun apabila serviks tetap berwarna kemerahan itu artinya Anda bebas dari kanker serviks. (apt- ***)

Baca Juga:

Julia Perez Sempat Tuduh Gaston Castano Menularkan Penyakit Kanker Serviks di Pengadilan, Yuk Cari Tahu Penyebabnya

Ada Dua Kejadian Langka Saat Pemakaman Julia Perez, Wah Ada Apa Ya?

Penampakan Wajah Julia Perez Seperti Tidur dengan Pulas, Tersenyum Habis Dimandikan, Yuk Intip

Ini Waktu yang Tepat bagi Pasutri Untuk Berhubungan Intim di Bulan Ramadan

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top