Loading...
Daerah

Mengaku Khilaf, Usman 7 Tahun Perlakukan Anak Tiri bak PSK, Setiap Usai Begituan Beri Uang Rp200 Ribu

foto: ilustrasi

kabarin.co – Nasib anak tiri yang menjadi korban kebejatan ayah tiri kembali terjadi. Remaja berinisial RR ini juga mengalami nasib malang itu. Remaja yang masih 18 tahun dihamili oleh ayah tirinya.

Saat ini, remaja yang tinggal di Jalan Obos, Palangka Raya, Kalimantan Tengah itu sudah hamil tujuh bulan dan harus menjadi seorang ibu di usia remajanya. Ironisnya, ayah janin yang kini dikandungnya adalah ayah tirinya, Usman.

RR sudah menjadi “pelayan” Usman selama tujuh tahun. RR kali pertama “melayani” anak tirinya ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). RR yang makin kebingungan karena perutnya makin buncit akhirnya mengadu pada ibunya.

Ibu RR akhirnya melaporkan tindakan Usman ke SPKT Polres Palangka Raya. Petugas menciduk Usman di bengkel reparasi elektronik di Jalan Bukit Keminting, Senin (26/6) sekitar pukul 21:00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, Usman mengaku khilaf melihat kemolekan anak tirinya. Kuarang ajarnya, 7 Tahun itu dia memperlakukan Anak Tiri bak PSK, karena usai begituan dia bayar Rp200 Ribu

Dalam pengakuannya, Usman memulai aksi bejatnya saat istrinya tak berada di rumah. Dia juga melontarkan ancaman kepada RR agar tak bercerita kepada siapa pun.

”Sudah puluhan kali dan tak terhitung. Saya katakan usai berhubungan ‘jangan bilang mama”. Setiap kali berhubungan saya memberikan uang Rp200 ribu. Khilaf dan nafsu setiap kali ‘main’ selalu di rumah dan saat istri enggak ada,” ucap Usman, Selasa (27/6).

Usman yang mengaku melakukan perbuatan asusila itu karena gelap mata, juga menyatakan siap mempertanggungjawabkan semua dan menerima hukuman ini. “Namun, jujur saya lakukan karena khilaf,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli mengatakan, RR mengalami trauma berkepanjangan. ”Jajaran Polres Palangka Raya berhasil mengamankan pelaku pencabulan di bawah umur. Pelaku diamankan di Jalan Bukit Keminting.
Penangkapan berawal dari laporan ibu korban. Diakui sudah berkali-kali dari SMP hingga SMA di tahun 2017,” ucapnya.(*/jp)

Loading...

Terpopuler

To Top