Loading...
Politik

Mendagri Thahjo Kumolo dan Demo 4 November: Ada yang Ingin jadi Presiden

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo/cnn-LR

kabarin.co, JAKARTA-Terkait rencana aksi besar-besaran pada Jum’at 4 November 2016 yang kian mendekati hari H Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menduga ada yang tidak sabar lagi ingin menjadi presiden.

“Kalau ada oknum yang ingin membangun sebuah negara dan ideologi baru atau menjadi presiden, ya tunggu dong mekanisme lima tahunan yang kita bangun.” katanya.

“Kalau mau demo ikuti aturan demo dengan baik, menyampaikan aspirasi dengan tertib,” kata Tjahjo lagi kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/10).

Namun Thahjo tidak menyebutkan secara khusus siapa yang tidak sabar ingin menjadi presiden tersebut sehingga harus menempuh jalur inkonstitusional.

Baca Juga  Rhoma Irama Nyanyikan Lagu 'Viva Dangdut' DiKonser Bersama Anies-Sandi

Alih-alih menyebut nama, orang terdekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan megawati ini lantas bercerita soal kesejahteraan rakyat dan negara menurutnya yang semakin kuat.

“Negara kita 71 tahun semakin kuat, untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, kita harus waspada. Jangan sampai ada pihak lain yang ingin mengganggu jalannya pembangunan ini.” kata Menteri Tjahjo.

“Karena ini bukan untuk Jokowi, para menteri dan pejabat, namun untuk bangsa dan negara, untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” tambah dia.

Baca Juga  JPU Kejaksaan Tinggi Jatim Tunda Kasus Dahlan Iskan Karena Saksi Kunci Mangkir

Selanjutnya, Menteri yang pernah mengatakan Jokowi adalah penerima wahyu dari Tuhan itu mengatakan. “Agama apapun adalah niatnya untuk kedamaian. Suku apapun dan golongan apapun, adalah bagian dari negara dan masyarakat kita harus kita jaga dengan baik.”

“Siapapun yang melanggar hukum atau singgung perasaan orang lain, Kepolisian, Kejaksaan akan tegas proses secara hukum, sebagaimana perintah Presiden, harus proses secara hukum,” kata Tjahjo.

Seperti diketahui aksi besar-besaran pada Jumat 4 November akan diikuti oleh ratusan ribu orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan ormas Islam.

Baca Juga  PKS akan Perjuangkan Hapus Pajak Sepeda Motor dan Pemberlakukan SIM Seumur Hidup

Mereka akan meminta pemerintah segera menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok karena secara hukum Ahok dinilai telah melanggar pasal 156 A Kuhap tentang dugaan penistaan agama yang dilakukannya. (mfs)

Baca juga:

Megawati soal Aksi Masa 4 November: Pemerintah RI Tidak Bisa Diinjak-injak !!

Pesan Aa Gym kepada Jokowi Soal Kasus Penistaan Ahok dan Aksi 4 November

Pendeta Kharismatik Jebak Ahok Nista Al-Quran

Loading...

Terpopuler

To Top