Loading...
Politik

Mencermati Dinamika Koalisi Jelang Pilkada Jakarta 2017

Bongkar pasang koalisi antar parpol memang lazim terjadi dalam perpolitikan di Indonesia dan itu memang diperbolehkan secara hukum.

Koalisi/ilustrasi



kabarin.co, JAKARTA – Partai-partai politik bergantian mendeklarasikan dukungan kepada bakal calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017. Hingga kini 10 parpol pemilik suara di parlemen terbagi menjadi dua koalisi, koalisi pendukung incumbent Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan koalisi ‘selain Ahok’.

Jumlah perkiraan koalisi 2017 berbeda dengan Pilkada 2012. Saat itu, sembilan partai besar di Indonesia terbagi menjadi empat koalisi. Empat partai yakni PKB, Demokrat, Hanura, dan PAN mendukung petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Sementara itu, PDI Perjuangan dan Gerindra mengusung pasangan Joko Widodo-Ahok. Golkar dan PPP mengusung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Adapun PKS mengusung Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini.

Perubahan tampak terlihat jelang Pilkada 2017. Meski lazim dalam politik, sejumlah partai yang sebelumnya berkoalisi di 2012 kini berpisah dan bergabung dengan partai lain. Seperti Partai Hanura dan Partai Golkar.

Dua partai ini berkoalisi dengan Partai NasDem mendukung Ahok. Koalisi ini perlahan terbentuk diawali Partai NasDem yang mendeklarasikan dukungan awal Februari. Saat itu, Ahok masih memutuskan akan maju melalui jalur independen.

Kala itu, Ahok memang belum bisa maju melalui jalur parpol. Sebab, Partai besutan Surya Paloh ini memiliki lima kursi di DPRD DKI Jakarta.

Pasal 40 Undang-Undang Pilkada mengatur, parpol dapat mengusung pasangan calon jika memenuhi 20 persen jumlah kursi DPRD atau 25 persen akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum DPRD.

DPRD DKI Jakarta 2014-2019 beranggotakan 106 orang, sehingga setidaknya parpol harus memiliki 21 kursi untuk mengusung calon gubernur.

Mantan Bupati Belitung Timur ini akhirnya memilih maju melalui parpol setelah mendapat dukungan Hanura (10 kursi) dan Golkar (9 kursi) meski memiliki cukup dukungan melalui pengumpulan KTP yang dibantu Teman Ahok.

Sementara itu, tujuh parpol lain bergabung dalam Koalisi Kekeluargaan. Mereka adalah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan.








loading...

Sejumlah nama seperti pengusaha Sandiaga Uno dan incumbent Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini muncul dan didorong menjadi kandidat untuk melawan Ahok dalam Pilkada 2017.

Partai Gerindra telah mendeklarasikan Sandiaga Uno, kadernya, menjadi calon gubernur. Hal ini diikuti PKB. Partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu mendeklarasikan dukungan kepada salah satu orang terkaya di Indonesia itu.

Ketua DPD Partai Gerindra M Taufik sebelumnya mengklaim, Partai Demokrat akan mendeklarasikan Sandiaga Uno sebagai Cagub, Senin (29/8) mendatang.

PKS juga diperkirakan mendukung Sandiaga. Meski sebelumnya sempat “menginginkan” Risma yang notabene kader PDI Perjuangan.

Adapun PAN menginginkan Risma untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta dan berharap PDIP menjatuhkan pilihan ke Risma untuk diusung. Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rasi mengatakan, partainya masih mendorong PDIP mengusulkan Risma karena Risma dinilai lebih berkualitas dibanding calon lain, termasuk Ahok.

Upaya itu juga dilakukan PPP. Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta Abdul Azis menyatakan, Risma menjadi prioritas PPP. (cnn)

Baca juga:

Sandiaga, Risma dan Buwas bisa Jadi ‘Jagoan” Koalisi Kekeluargaan

Sandiaga Uno Resmi Di Deklarasikan Sebagai Cagub DKI Jakarta

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top