Loading...
KabarSport

Dideportasi dari Singapura, La Nyalla Akhirnya “Pulang” Juga

Foto: goal.com



Kabarin.co – Setelah beberapa bulan menjadi buronan, ketua umum (ketum) PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, akhirnya berhasil diamankan di Singapura, hari ini.

Hal itu tidak terlepas dari habisnya masa izin tinggal La Nyalla di Singapura, sehingga yang bersangkutan harus dideportasi kembali ke Indonesia.

La Nyalla pun langsung diserahkan otoritas pemerintah Singapura ke pejabat imigrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia Singapura untuk proses pemulangan ke Indonesia.

La Nyalla yang kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) itu, sedang dalam perjalanan ke Indonesia menggunakan pesawat terbang komersial GA 835 dengan rute penerbangan Singapura-Jakarta.

Rencananya, pria yang menjadi tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim itu bakal tiba di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada pukul 18.30 WIB.

“Kami bukan menangkap. La Nyalla sudah berada di Singapura secara ilegal, karena paspornya sudah ditarik dan tidak berlaku. Artinya, harus dipulangkan,” kata Heru Santoso, kepala bagian humas Direktorat Jenderal Imigrasi, seperti dilangsir goal.com Indonesia, Selasa malam.

“Yang bersangkutan dalam pengawalan petugas imigrasi kami dari KBRI Singapura. Selanjutnya, yang bersangkutan akan langsung diserahkan kepada pihak penyidik kejaksaan,” tambahnya.

Seperti diketahui, saat ini kondisi internal organisasi PSSI memang sedang kurang kondusif lantaran status La Nyalla tersebut. Bahkan, mayoritas voters PSSI sudah meminta untuk segera digelar Kongres Luar Biasa PSSI guna memilih ketum baru.

Sementara itu, Direktur hukum PSSI, Aristo Pangaribuan, membenarkan tentang pemulangan ketua umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti ke Indonesia. Ini terjadi lantaran orang nomor satu di induk sepakbola Tanah Air tersebut kehabisan masa izin tinggal di Singapura, sehingga mesti dideportasi.

Sebagaimana diketahui, sejak beberapa bulan belakangan ini La Nyalla menjadi buronan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim). Hal tersebut dikarenakan ia merupakan tersangka penggunaan dana hibah Kadin sebesar Rp5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana Bank Jatim pada tahun 2012. (*)








loading...

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top