Loading...
KabarUtama

Mantan Calon Walikota Siantar Batal Dilimpahkan Ke Kejaksaan

kabarin.co, Penyidik Subdit II Benda dan Tanah Bangunan (Harda Tahbang) Ditreskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut)  tidak jadi melimpahkan mantan calon Wali Kota Siantar, Suryani ke Kejaksaan.

Gagalnya tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang Rp. 607 juta dengan korban mantan Bupati Simalungun, Zulkarnaen Damanik tiu, dikarenakan yang bersangkutan sedang sakit.

Kasubdit II/Harda Tahbang Polda Sumut, AKBP Frido Situmorang mengatakan pelimpahan berkas Suryani ditunda karena pihak darinya menerima surat keterangan sakit dari pihak tersangka.

“Berkas tersangka sudah dinyatakan rampung oleh pihak kejaksaan (P21). Seyogyanya, kami akan melaksanakan pelimpahan tersangka ke Kejaksaan, namun harus ditunda karena kami mendapat pemberitahuan tersangka dalam keadaan sakit,” katanya dikutip dari Waspada Online, Selasa (29/11/2016).

Baca Juga  Gencatan Senjata 8 Jam di Marawi Berlalu, Langsung Terdengar Tembakan

Sebelumnya, dirinya didampingi kuasa hukum, mantan calon Wali Kota Siantar, periode 2015-2020 sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit II/Harda Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut, dengan status tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 607 juta dengan korban mantan Bupati Simalungun Zulkarnaen Damanik.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Suyani. HAl itu karena tersangka dinilai kooperatif, tidak menghilangkan barang bukti. lalu dianggap tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

Baca Juga  Berita Menteri Rini Terkait Korupsi Pejabat Cina Dihapus

Dijelaskan, tersangka Suryani ditetapkan terkait laporan Zulkarnaen Damanik dengan No : STTLP/709/V/2016 SPKT I Poldasu tanggal 23 MEi 2016. Karena kasus itu tersangka dipersangkakan telah melanggar Pasal 372 juncto Pasal 378 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

DIketahui, korban melaporkan tersangka tidak mengembalikan uang Rp. 607 M. yang dipinjam tersangka saat proses pencalonan WAli Kota Siantar peiode 2015-2020, Saat peminjaman itu, tersangka mengaku akan mengembalikan uang tersebut pada tanggal 15 Mei 2015.

Disebut-sebut, penyerahan uang itu diberikan dengan delapan kali penyetoran melalui transfer ke rekening, namun saat jatuh tempo, tersangka membayar utangnya dengan cek yang kosong, Merasa tertipu korbanpun mengadukan Suryani ke polisi. (nap/okz

Baca Juga  Balita Korban Bom Samarinda Meninggal Dunia

Disebut-sebut, penyerahan uang Rp607 juta itu diberikan dengan delapan kali penyetoran melalui transfer ke rekening. Namun, tiba waktu yang dijanjikan, tersangka Suryani membayar utangnya dengan cek yang ternyata kosong. Merasa tertipu, korban pun mengadukan Suryani ke polisi. (nap/okz)

Baca juga :

Kabareskrim: Berkas Ahok Hampir 70 Persen, Jumat Ini Dilimpah ke Kejaksaan

Dua Tahun Dipimpin HM Prasetyo, Kejaksaan Mandek Reformasi Birokrasi

Loading...

Terpopuler


To Top