Loading...
KabarUtama

Manajemen RS Hermina Bekasi Buka Suara soal Pembuat Vaksin Palsu

kabarin.co – Rita Agustina dan suaminya, Hidayat Taufiqurahman, mulai menjalankan bisnis pembuatan vaksin palsu sejak dia masih bekerja sebagai perawat di RS Hermina Bekasi pada 2003. Rita mulai bekerja di RS Hermina sejak 1998 hingga 2007.

Meski begitu, manajemen rumah sakit tak yakin Rita mendapatkan botol yang digunakan untuk wadah vaksin palsu dari RS Hermina Bekasi.

“Saya enggak tahu apakah dapat dari sini atau tidak. Saya tidak yakin dia dapat dari sini,” ujar Wakil Direktur Umum RS Hermina Bekasi, Syarifuddin, saat ditemui Kompas.com, di Bekasi, Senin (27/6/2016).

Baca Juga  Ibu Kota Terancam Gempa Bumi 8,7 SR, Ini Penjelasan BMKG

Menurut dia, pengelolaan botol bekas di RS Hermina cukup ketat. Botol-botol bekas itu dikumpulkan di satu lokasi sebelum dibakar tiga kali dalam sepekan.

“Botol bekas injeksi, flacon namanya, dikategorikan limbah medik atau limbah B3. Limbah B3 sekecil apa pun harus ada kendalinya, dalam hal ini dia dimasukkan ke kantung kuning, dicatat, dibawa ke tempat pembuangan limbah B3, dikunci,” kata Syarifuddin.

Kemudian, tiga kali dalam sepekan, botol-botol bekas itu pun dibakar. Itulah alasan manajemen RS Hermina tak yakin Rita mendapatkan botol-botol bekas itu dari rumah sakit.

Baca Juga  Pengacara Memastikan Tak Ada 1 Alat Bukti yang Nyatakan Jessica Bersalah

“Bisa saja dia bilang, karena pernah kerja di sini, jadi dia bilang dari sini,” ucapnya.

Namun, manajemen rumah sakit mengaku siap didatangi penyidik Bareskrim Polri jika Rita menyebut mendapatkan botol-botol itu dari RS Hermina ataupun dari oknum pegawainya.

“Kalau ada yang terlibat ya silakan proses hukum. Kami tidak akan menghalangi polisi. Kami silakan dari segi hukum. Karena ini sudah masuk jalur hukum, mau nguyek-nguyek ke sini silakan,” tutur Syarifuddin.

Manajemen RS Hermina Bekasi pun tidak tahu jika Rita dan suaminya menjalankan bisnis pembuatan vaksin palsu. Selama bekerja di RS Hermina, Rita tidak pernah memiliki catatan buruk.

Baca Juga  Istana Tantang SBY Untuk Menyebutkan Nama Yang Menghalanginya Bertemu Jokowi

Rita dan Hidayat ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada Selasa (21/6/2016) malam. Keduanya ditangkap di rumahnya, di Perumahan Kemang Pratama Regency, Jalan Kumala 2 M29, RT 09/05, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Saat penggerebekan, penyidik menemukan ribuan botol vaksin di dalam rumah yang kini kosong. (kom)

 

Baca Juga:
Bareskrim Buru Aset Para Tersangka Kasus Vaksin Palsu

Pembuat Vaksin Palsu Sempat Debat Polisi Ketika Ditangkap

Ungkap Sindikat Vaksin Palsu Kemenkes Gandeng Polri

Loading...

Terpopuler

To Top