Loading...
KabarPojok

Ini Maksud Terselubung Jokowi dalam Program Tax Amnesty

tax amnesty/ilust



kabarin.co, Jakarta – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkapkan ada maksud terselubung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro dalam upaya mempertahankan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Pengampunan Pajak (tax amnesty). Manajer Advokasi Fitra, Apung Widadi menerangkan maksud terselubung itu disinyalir berkaitan dengan pembangunan Indonesia dan balas jasa politik.

“‎Kita curiga, ada maksud terselubung, kenapa Jokowi teguh ingin mengesahkan ini (tax amnesty). Pertama, ada kemungkinan dia ingin membawa pemerintahannya ke rezim developmentalis. Maksudnya begini, rezim ini harus terus melakukan pembangunan dari manapun dananya, apapun sumbernya dan milik siapapun itu. Jadi Jokowi itu kepingin selama masa pemerintahannya selalu ada pembangunan,” jelasnya di Kantor Fitra, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Pembangunan tersebut lanjut dia membutuhkan banyak dana, baik itu dari pemerintah maupun swasta, apakah itu dana asing maupun dari investor dalam negeri. Menurutnya potensi uang yang dihasilkan dari penerapan RUU tax amnesty tersebut akan mencapai Rp3.000 triliun.

Selanjutnya, Dia menambahkan bahwa ada unsur politik yang terkandung dalam penerapan ‘paksa’ tax amnesty ini. “Kita melihat, ini ada hubungannya begini. Jika dana hasil tax amnesty masuk, maka akan dibuat ganti dana kampanye Jokowi dulu ketika akan menjadi presiden. Itu sebetulnya pertanyaan besar, benar atau tidak,” sambungnya.

Dia menyarankan kepada pemerintah, seharusnya bisa lebih matang dalam menggodok RUU pengampunan pajak ini, agar tidak menimbulkan spekulasi-spekulasi negatif yang nantinya malah akan memperburuk citra Presiden Jokowi dengan janji-janji palsu ke rakyat.

“Ini harus digodok benar. Kalau mau diterapkan tahun ini, mana? Kita belum melihat naskah akademik tax amnesty ini apa, kita belum tahu dan dasar hukumnya gimana. Jangan memberikan janji ke rakyat yang sifatnya belum jelas,” pungkas dia.

Tax Amnesty Manjakan Mafia Pajak
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai, jika RUU Pengampunan Pajak (tax amnesty) disahkan, sama saja pemerintah memanjakan para mafia pajak. Karena itu, Fitra menentang keras terkait kebijakan ini lantaran dapat menimbulkan aspek ketidakadilan.

“Jika RUU Pengampunan Pajak benar-benar disahkan maka Indonesia sama saja berunding dengan maling yang menjarah rumahnya sendiri,” Kata Sekjen Fitra Yenny Sucipto di Kantornya, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Dia mengatakan, jika DPR mengesahkan RUU Tax Amnesty, sama saja telah mencoreng muka Indonesia sebagai bangsa, karena seperti mengakui para maling dan berbaik hati melindungi mereka.

“Tidak hanya itu, ini juga akan memperlemah tingkat diplomasi Indonesia dengan negara-negara yang menjadi tempat memarkir uang ‘haram’ dari jarahannya,” papar Yenny.









loading...

Menurutnya, ‎pemerintah Indonesia nantinya seolah akan mengemis untuk meminta akses informasi terkait nama-nama para pengusaha yang berinvestasi di bank-bank Singapura, Hongkong atau Swiss.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengakui banyaknya warga negara Indonesia yang memiliki rekening gendut di bank luar negeri. Kelompok masyarakat tajir di Indonesia, terbukti banyak memiliki simpanan dana di bank-bank asing.

“Ya memang benar begitu kenyataannya. Jumlahnya, cukup besar,” papar Menkeu Bambang di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pekan lalu.

Bambang mengatakan, pemilik rekening tambun itu didominasi oleh pengusaha sumber daya alam (SDA) yakni perkebunan dan tambang. “Kebanyakan pengusaha berlatar belakang SDA. Dana mereka banyak parkir di luar,” kata dia.

Dia menilai, para pengusaha sektor SDA itu aktif melakukan kegiatan ekspor. Sehingga, dana yang dimiliki sebagian besar dalam bentuk USD. “Mereka banyak ekspor dari hasil SDA. Kemana masuknya uang itu, ya ke bank asing. Kira-kira balik lagi ke Indonesia? Makanya kita upayakan melalui tax amnesty,” ujar Bambang. (sin)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top