Loading...
KabarUtama

Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Buni Yani Tidak Adil



kabarin.co – Jakarta, Penetapan Buni Yani sebagai tersangka dianggap tidak adil bagi kuasa hukum. Pasalnya, kliennya baru pertama kali menjalani pemeriksaan sebagao saksi terlapor dalam kasus dugaan pencemaraan nama baik dan pengahsutan terkait suku adama, ras dan antargolongan (SARA).

Sperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Buni Yani dilaporkan oleh Komunitas Advokat Ahok-Djarot karena diduga memprokasi masyarakat melalui potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnawa alias Ahok di Kepulauan Seribu.

“Saya sangat menyayangkan (penetapan Buni Yani sebagai tersangka). Dia baru dipanggil, menurut saya ini kurang fair,” ujar Aldwin, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11/2016).

Aldwin mengatakan jika penyidik menetapkan Buni sebagai tersangka secara tiba-tiba.

“Belum kami rapi-rapi BAP (berita acara pemeriksaan), sudah dikeluarkan surat penangkapan,” ucap Aldwin.

Menurut kuasa hukum Buni Yani, polisi sudah melakukan gelar perkara sebelum proses BAP selesai. Bahkan, Aldwin mengatakan, jika pihaknya belum sempat mengajukan saksi ahli bahasa kepada kepolisian.

“Ini di luar kebiasaan,” kata Aldwin.

Terkait kasus ini, Buni Yani terancam dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2)UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik tentang penyebaran informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan bedasarkan SARA. Ancaman hukumannya maksiaml enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, jika penetapan Buni jadi tersangka bukan karena video yang diunggahnya namun karena keterangan video yang ia tulis di akun Facebook miliknya.

“Tidak ditemukan adanya perubahan atau penambahan suara BTP dari video yang di-posting. Video asli, hanya dipotong menjadi 30 detik. Perbuatannya bukan mem-posting video, tapi perbuatan pidananya adalah menuliskan tiga paragraf kalimat di akun facebook-nya ini,” ujar Awi, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11/2016).









loading...

Menurut Awi, tiga paragraf yang ditulis Buni, dinilai saksi ahli dapat menghasu, mengajak seseorang membenci dengan alasan SARA. (epr/kom)

Baca Juga:

Buni Yani Jadi Tersangka, Media Sosial pun Membara

Jadi Tersangka, Buni Yani Tak Boleh Pulang

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top