Loading...
Nasional

KPK Perpanjang Penahanan Sri Hartini

kabarin.co –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan suap promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Mereka adalah Bupati Klaten Sri Hartini dan pegawai negeri sipil (PNS) bernama Suramlan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan perpanjangan penahanan itu dilakukan sampai 40 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan. “Hari ini penyidik melakukan perpanjangan tahanan selama 40 hari dari 20 Januari sampai 28 Februari untuk Suramlan dan Sri Hartini,” katanya saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Seperti diketahui, Sri Hartini diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada akhir Desember 2016. Bupati usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu ditangkap bersama tujuh orang lainnya. Penangkapan dilakukan di rumah dinas Sri Hartini dan di rumah Sukarno, Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat 30 Desember.

Sedikitnya ada tujuh orang ditangkap di rumah dinas Sri Hartini yakni Suramlan (PNS), Nita Puspitarini (PNS), Bambang Teguh (PNS), Slamet (PNS, kabid mutasi), Panca Wardhana (staf honorer), seorang swasta bernama Sunarso, serta Sri Hartini sendiri.

Baca Juga  Bantu PBB, Indonesia Kirim Satgas Maritim ke Lebanon

Dari rumah dinas tersebut ditemukan uang sebanyak Rp2 miliar yang tersimpan dalam dua kardus besar serta USD5.700 serta SGD2.035. Sementara dari rumah Sukarno, selain mengamankan pemilik rumah, juga disita barang bukti uang sebanyak Rp80 juta.

Setelah melakukan penyidik lebih lanjut, penyidik KPK kembali menyita uang sebesar Rp3,2 miliar dari Rumah Dinas Bupati Klaten. Uang diambil dari kamar pribadi Sri Hartini dan anaknya yang juga Ketua Komisi IV DPRD Klaten Andi Purnomo. (ok)

Baca Juga  Anak Krakatau Kembali Meletus

Baca Juga; 

KPK Akan Tuntaskan Kasus Besar-besaran Ditahun Ini

Implan Payudara Besar Bikin Istri Bos Playboy Tak Bisa Bangun

Hamil karena Hubungan Gelap, Ibu Ini Bakar Anaknya Hidup-hidup

Loading...

Terpopuler

To Top