Loading...
Nasional

KPK Minta Setya Novanto Bongkar Peran Puan Maharani dan Anas Urbaningrum di e-KTP




kabarin.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto kooperatif membuka peran para mantan ketua ‎fraksi yakni Anas Urbaningrum dan Puan Maharani yang diduga terlibat dalam pembahasan proyek pengadaan e-KTP.

Diketahui saat proyek e-KTP 2011 bergulir, Puan masih menjabat sebagai ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR dan Anas menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, yang kemudian digantikan Jafar Hapsah.

KPK Minta Setya Novanto Bongkar Peran Puan Maharani dan Anas Urbaningrum di e-KTP

“Kalau memang misalnya Setnov buka peran pihak lain termasuk misalnya ketua fraksi yang mungkin pernah berinteraksi dengan Setnov di DPR, maka tentu akan positif untuk penanganan perkara ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.

Tapi, KPK ingin Setya Novanto membongkar peran para ketua fraksi partai politik di DPR di dalam persidangan,  sama seperti saat Setya Novanto mengungkap adanya dugaan aliran dana proyek e-KTP ke Ganjar Pranowo .

“Dengan catatan hal tersebut disampaikan di proses hukum baik di persidangan atau penyidikan,” kata Febri.

Febri mengatakan, jika langkah itu diambil Novanto, KPK tinggal mencari bukti pendukung untuk tentukan langkah hukum bagi para ketua fraksi itu.

“Itu lebih mengikat dan bisa telusuri lebih lanjut, meski KPK harus cek kesesuaian bukti dengan yang lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK menyatakan akan mendalami pengakuan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang mengaku melaporkan perkembangan proyek e-KTP ke Ketua Fraksi PDI Perjuangan periode 2009-2014, Puan Maharani. Ganjar ketika proyek senilai Rp 5,9 triliun itu bergulir merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR.

Sejak awal pengusutan e-KTP, KPK memang belum pernah sekalipun meminta keterangan mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Puan Maharani. Padahal mantan Ketua Fraksi lain, seperti Anas Urbaningrum, Jafar Hapsah dari Partai Demokrat, serta Setya Novanto dari Partai Golkar sudah berkali-kali diperiksa lembaga antirasuah itu dalam skandal proyek e-KTP.

Sejauh ini KPK baru memeriksa empat kader PDI Perjuangan, ketika itu yakni Ganjar Pranowo, Arif Wibowo, Yasonna H Laoly, serta Olly Dondokambey.








loading...

Sementara keterangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengungkapkan bila Anas termasuk yang diperkaya dalam proyek e-KTP. Jumlahnya fantastis yakni sekitar Rp500 miliar.

Sedangkan Jafar Hapsah dalam sejumlah kesempatan, sudah mengaku menerima uang dari Nazar yang berasal dari proyek e-KTP. Kendati demikian, uang tersebut, kata Jafar Hapsah, sudah dikembalikan ke KTP. (epr/viv)

Baca Juga:

Ganjar Pranowo Akui Laporkan Proyek e-KTP ke Puan Maharani

Usut Korupsi e-KTP, KPK Disarankan Periksa Puan Maharani

Dalam Persidangan Anas Urbaningrum Mengaku Mendapat Arahan dari SBY Terkait Proyek e-KTP

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top