Loading...
Nasional

KPAI Terus Ingatkan Korban Kekerasan Seksual Jangan Pernah Takut Melapor



kabarin.co – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listiyarti menyatakan korban atau keluarga yang mengalami kekerasan seksual anak tidak perlu takut melapor. Ia menegaskan jika lembaga pemerintah dan pihak terkait memberikan jaminan perlindungan dan pertolongan maksimal.

KPAI mencatat sejumlah pelanggaran hak-hak anak di bidang pendidikan sepanjang 2018. Catatan dalam bentuk laporan tahunan yang salah satunya memuat kekerasan seksual anak sepanjang tahun 2018.

KPAI Terus Ingatkan Korban Kekerasan Seksual Jangan Pernah Takut Melapor

Total 445 kasus yang ditangani KPAI, sekitar 228 kasus atau 51,2 persen merupakan kekerasan anak yang termasuk kekerasan seksual.

Data Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang rilis awal Desember 2018 menyebut permohonan perlindungan korban kekerasan seksual anak juga meningkat drastis.

Sepanjang tahun 2018 terdapat 264 permohonan kepada LPSK terkait kekerasan seksual anak. Jumlah itu meningkat 217 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya 42 permohonan.

“Untuk kesekian kalinya kami mengimbau supaya korban dan keluarga kekerasan seksual tidak perlu takut melapor,” kata kata Retno saat konferensi pers di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (27/12).

“Siapapun pelakunya, orang besar atau kecil, kita akan lindungi maksimal. KPAI dan LPSK juga sudah ada kerja sama. Bahkan perlindungan itu kami jamin akan diberikan maksimal,” tegasnya.

Data KPAI sepanjang 2018 korban kekerasan seksual anak lebih banyak laki-laki. Dari total korban 177 orang anak, 135 korban anak laki-laki sedangkan sisanya perempuan.

Ada 11 kasus kekerasan seksual menjadi perhatian serius KPAI yang kebanyakan terjadi di lingkungan sekolah dan pelakunya adalah guru. Salah satu rekomendasi KPAI adalah meminta Kemdikbud, Kemenag dan Dinas Pendidikan untuk mewajibkan membuat program edukasi kepada peserta didik.

“Kami akan terus melakukan advokasi kebijakan, pendidikan kesehatan terhadap anak dan sebagainya.”









loading...

“Soal screening guru terkait peningkatan kualitas penting. Butuh kepekaan guru juga. Kemudian tak kalah penting adalah meminta sekolah memasang CCTV. Kebanyakan kasus kekerasan dan pelecehan seksual di sekolah kerap tanpa CCTV,” pungkasnya. (arn)

Baca Juga:

KPAI dan LPSK Turun Tangan Dugaan Pelecehan Seksual Di TK Mexindo Bogor

Memperingati Hari Anak Nasional 2017, KPAI Menyorot Kasus Bullying Dan Pornografi

Berkonten Porno, KPAI Minta Penerbit Segera Menarik Buku “Aku Berani Tidur Sendiri”

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top