Loading...
KabarUtama

Ketua MPR: Pemerintah Hati-hati Menyikapi Pelemahan Rupiah




kabarin.co – Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian serius Ketua MPR Zulkifli Hasan. Kondisi itu menjadikan masyarakat semakin miskin dan kesulitan hidup karena penghasilan tetap atau tidak bertambah sementara pengeluaran naik drastis.

Zulkifli meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus mencari solusi secepatnya mengatasi tekanan Dolas AS terhadap rupiah. Dia menghitung, dengan melemahnya nilai tukar rupiah tersebut, beban utang Indonesia mencapai Rp 400 triliun per tahun.

Ketua MPR: Pemerintah Hati-hati Menyikapi Pelemahan Rupiah

“Pemerintah harus hati-hati. Saya menghitung, per dua tahun beban utang kita hampir 1000 triliun hanya untuk membayar utang pokok dan bunga saja,” kata Zulkifli dalam acara Halal Bihalal Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Kamis (13/7) malam.

Di tengah isu melemahnya nilai tukar dolar, pemerintah Indonesia resmi menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tambang emas dan tembaga raksasa Freeport, setelah PT Inalum, perusahaan di bawah kementerian BUMN, membeli saham senilai US$3,85 miliar atau sekitar Rp 55,3 triliun.

Nilai akuisisi disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam penandatanganan nota pendahuluan antara pemerintah Indonesia dan Freeport di Jakarta, hari Kamis (12/07). Pada intinya ada empat kesepakatan.

Di luar divestasi saham 51 persen, disetujui perperpanjangan operasi dua kali sepuluh tahun hingga 2041, pembangunan smelter, dan apa yang disebut sebagai stabilitas finansial.

“Saya sedang mempelajari isu Freeport ini apa benar atau tidak. Nanti kita sampaikan sikap,” kata Zul.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai isu Freeport sebaiknya tidak digunakan untuk bahan kampanye bagi pemerintah. Meskipun kinerja pemerintah itu harus diapresiasi taoi menurut dia isu ini tidak akan mencolok jika digunakan untuk Pilpres.

“Isu Freeport ini berat bagi rakyat karena orang jauh lebih mementingkan kenaikan harga beras, sembako, listrik dan lainnya. Semua itu ada hubungannya dengan melemahnya nilai tukar rupiah,” kata Adi. (arn)

Baca Juga:








loading...

Ketua MPR Puji TGB Layak Jadi Capres

Ketua MPR Zulkifli Hasan Berkelakar Aminkan Muhaimin Dilantik Sebagai Wapres

Ketua MPR Zulkifli Hasan: Sepakat Batalkan Perda yang Menghambat Investasi

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top