Loading...
Metro

Ketika Para Pendukung Kompak Berbalik jadi Penentang Ahok

Spanduk-spanduk yang menyatakan penentangan terhadap Ahok tampak dibentangkan warga, di antaranya bertuliskan, “Kita Semua Bersaudara!!! Penista Agama Bukan Saudara Kita (Ahok). Warga Pondok Pinang (Tolak Ahok)”. Spanduk itu dibentangkan di perempatan Jalan Pondok Pinang Raya.

Spanduk Tolak Ahok



kabarin.co, JAKARTA-Malang nian nasib Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok. Dia mendapat serangan dari pendukungnya sendiri di Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran lama, Jakarta Selatan.

Spanduk-spanduk yang menyatakan penentangan terhadap Ahok tampak dibentangkan warga, di antaranya bertuliskan, “Kita Semua Bersaudara!!! Penista Agama Bukan Saudara Kita (Ahok). Warga Pondok Pinang (Tolak Ahok)”. Spanduk itu dibentangkan di perempatan Jalan Ponok Pinang Raya.

Ketua RT 01/RW 02, Kelurahan Pondok Pinang, Minggu (13/11) Nanang mengatakan, “Tadinya kami mendukung Pak Ahok, tapi ternyata (Ahok) menyinggung prinsip dasar bermanusia,”

Menurutnya hampir 100% warga Pondok Pinang beragama Islam, Nanang menyatakan warga kecewa dengan pernyataan Ahok yang dinilai menistakan agama Islam. Mereka pun membentangkan spanduk penolakan terhadap Ahok.

Tidak hanya di Pondok Pinang, penolakan dari mereka yang semula mendukung Ahok meluas di daerah lain di Jakarta. Termasuk kawasan Kebon Sirih, warga juga membentangkan spanduk Tolak Ahok di sejumlah titik di Ancol, Jakarta Utara. Bahkan Ahok juga diusir oleh warga yang daerahnya dikunjungi olehnya.

Berbagai spanduk penentangan terhadap Ahok (fb)

Sebagian besar warga sudah kehilangan empati terhadap Ahok, tutur Nanang. Pada 4 November 2016, warga Pondok Pinang ikut demonstrasi di Istana Negara. Rencananya pada 25 November mendatang mereka juga akan ikut demo lanjutan menuntut agar Ahok dijebloskan ke penjara.

Menurut Nanang lagi, dulu sebelum Ahok memberi pernyataan kontroversial tentang surat Al Maidah 51 warga sangat mendukung Ahok. Program kerja Ahok dinilai mengesankan oleh warga, termasuk adanya perhatian terhadap masyarakat.

“Warga menerima BPJS, KJP, dan ngurus KTP di kelurahan tanpa pungli,” ujar dia. Sayangnya, dia melanjutkan, kinerja positif itu sirna di mata warga karena pernyataan Ahok.

Apa yang dilakukannya dulu hanya untuk mengambil hati rakyat demi kepentingan yang jauh lebih besar bagi pribadinya sendiri yaitu kembali menjadi orang nomor satu di DKI pada periode berikutnya. (mfs)

Politikus PKS: Ahok yang Bermasalah, Kenapa Jokowi yang Sibuk?








loading...

PKB: Pemerintah harus Adil dalam Kasus Ahok

Kapolri: Kasus Ahok Final pada Rabu Besok

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top