Loading...
Euro 2016

Ketakutan oleh Ultras Rusia, Hooligans Inggris Mulai Tinggalkan Prancis

Seorang suporter Inggris, jadi bulan-bulan pendukung garis keras Rusia, dalam bentrok di Stadion Marseille, saat laga Inggris vs Rusia. (foto: mirror.co.uk)


Kabarin.co – Suporter timnas Inggris yang selama ini dikenal sangar, dan keren dengan sebutan Hooligans, nampaknya juga punya nyali yang pas-pasan juga. Buktinya, para hooligans itu mulai ketakutan dan cemas dengan keselamatan mereka selama mendukung The Three Lions di Piala Eropa 2016.

Setelah terjadi kerusuhan suporter dalam beberapa hari terakhir, banyak Hooligans Inggris yang memilih meninggalkan Prancis. Dalam empat hari terakhir suporter Inggris terus jadi sorotan di Prancis.

Karena serangkaian kericuhan suporter melibatkan para Hooligans. Mereka bertikai dengan pendukung Rusia maupun preman setempat di kota Marseille. Banyak suporter Inggris terluka setelah bentrok dengan suporter Rusia usai pertandingan pembuka Grup B yang berakhir imbang 1-1, Sabtu lalu.

Menurut laporan Mirror, banyak suporter Inggris yang memilih angkat kaki dari Prancis. Mereka khawatir dengan keselamatan selama di Prancis. Apalagi, pihak kepolisian Prancis belum berhasil menangkap suporter garis keras Rusia yang menyerang mereka. Antrian panjang terlihat di stasiun kereta api Marseille. Para suporter Inggris menunggu kereta api yang akan membawa mereka kembali ke negaranya.

Salah satu fans Inggris memilih meninggalkan Prancis adalah Martyn Lowe. Dia kapok berada di Prancis setelah diserang fans Rusia dan preman lokal dengan tongkat baseball. Akibat serangan brutal tersebut, mata kiri Lowe lebam. Dia juga kehilangan uang dan iPhone 6 miliknya.

“Kami sedang berada di luar pub di Old Port sambil meminum bir. Kemudian ada setidaknya tiga sampai empat ratus orang Rusia datang menyerbu. Salah satu diantara mereka memukul kepala saya dengan botol dan kemudian meninju wajah saya. Saya tidak tahu berapa banyak yang menyerang saya. Mereka datang dari segala arah,” tutur Lowe kepada Mirror.

Walau begitu, Lowe ternyata tak benar-benar kapok kembali ke Prancis mendukung timnya. “Saya akan kembali pada hari Selasa. Saya tidak dapat melewatkan pertandingan Inggris melawan Wales,” lanjut pria 28 tahun itu.

Lowe menyangkal tuduhan bila suporter Inggris yang membuat ulah sehingga pecah kerusuhan dengan fans Rusia dan preman setempat. Lowe mengaku saat kejadian dirinya bersama fans Inggris lainnya sedang nyanyi-nyanyi saja dan tiba-tiba diserbu oleh fans Rusia.

Selama kerusuhan yang terjadi sepanjang akhir pekan kemarin banyak fans Inggris yang terluka diserang ultras Rusia. Bahkan seorang pendukung Inggris bernama Andrew Bache koma di rumah sakit akibat cedera otak karena dipukul ultras Rusia.

Namun pihak kepolisian Prancis belum mampu menangkap ultras Rusia hingga saat ini. Padahal ada sekitar 150 ultras Rusia yang didakwa menjadi penyebab kerusuhan di kota Marseille sepanjang akhir pekan kemarin.









loading...

Justru ada 21 fans Inggris yang telah ditangkap polisi Prancis termasuk seorang bocah 16 tahun. Mereka dituduh melakukan kekerasan selama Piala Eropa 2016.

Banyaknya insiden bentrokan suporter antara Inggris dan Rusia membuat UEFA mengancam akan mendepak kedua tim itu dari Piala Eropa 2016 bila insiden memalukan tersebut kembali terulang.

Ancaman diskualifikasi serta banyaknya fans yang terluka membuat penggawa timnas Inggris sampai-sampai menghimbau suporter mereka untuk tidak membuat ulah lagi.

“Saya ingin berterima kasih kepada suporter Inggris atas dukungan luar biasanya di dalam stadion saat melawan Rusia. Dan sekarang kami memiliki laga besar yang sudah menunggu melawan Wales. Saya ingin meminta fans, mohon, jika anda tidak memiliki tiket maka jangan berangkat ke Prancis,” tutur kapten Inggris, Wayne Rooney.(lip6)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top