Loading...
Nasional

Kera Mulai Turun, Warga Waspadai Letusan Gunung Agung

kabarin.co – Denpasar, Meningkatnya status Gunung Agung membuat warga sekitar Desa adat Sogra, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, seluruhnya sudah mengungsi lantaran khawatir gunung akan meletus. Tak hanya  Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyematkan status Awas (Level IV) pada Jumat malam (23/9), sejumlah hewan seperti kera mulai turun ke pemukiman warga yang dinilai sebagai tanda-tanda gunung tertinggi di Bali ini akan erups

Bandesa Adat Sogra, Kecamatan Selat, Jro Mangku Wayan Sukra menuturkan, monyet atau kera sudah mulai keluar sejak  hari lalu dan turun gunung ke rumah warga. ”Mungkin kepanasan di atas Gunung Agung. Makanya binatang ke pemukiman warga,” kata Jro Mangku, Sabtu (23/9).

Kera Mulai Turun, Warga Waspadai Letusan Gunung Agung

Jro Mangku Wayan Sukra yang menjadi tetua atau pangelingsir Pura Pasar Agung, Desa Adat Sogra menjelaskan, turunnya binatang dari puncak menjadi tanda gunung akan meletus. Sebab, kejadian serupa juga pernah terjadi pada saat Gunung Agung meletus tahun 1963. “Hewan yang turun jumlahnya masih sedikit, bisa dihitung. Kebanyakan hewan turun hingga di parkiran Pura Pasar Agung,” ungkapnya.

Tak hanya hewan turun gunung, warga juga semakin sering merasakan gempa dan tercium bau belerang yang menyengat.

Pasca dinyatakan berstatus Siaga (Lebvel III) pda 18 September lalu, Gunung Agung terus menunjukan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Kamis (21/9) dilaporkan bahwa magma atau cairan ultra-panas di dalam kawah gunung terus naik ke permukaan. Gempa vulkanik dalam dan dangkal juga terus meningkat, sehingga berdampak ke pemukiman warga di lereng gunung.

Status Gunung Agung juga naik dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV) pada Jumat (22/9) malam. “Status Awas berlaku terhitung mulai tanggal 22 September 2017 pukul 20.30 Wita,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menjelaskan, level Awas adalah level tertinggi dalam status gunung api. Rekomendasi PVMBG kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah Gunung Agung dan di seluruh area dalam radius 9 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

Selain itu, perluasan sektoral ke arah Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Barat Daya sejauh 12 kilometer. “Di dalam radius ini tidak boleh ada wisatawan atau aktivitas masyarakat di dalamnya,” katanya. (epr/bts)

Baca Juga:

Status Gunung Agung Naik Jadi Siaga, Warga Diimbau Waspada

Kepala Pusat Vulkanologi : Saat Ini Masih Ada Gunung Api yang Aktif Berstatus Awas

Heboh, Gunung Kerinci “Bergeser” ke Sumbar! Bupati Kerinci Bilang tak Semudah itu

Kembali Meletus, Semburan Abu Vulkanik Gunung Sinabung Hingga 4 Km

Loading...

Terpopuler


To Top