Loading...
Daerah

Kemacetan di Brexit menjadi Santapan Media Inggris

salah satu media Inggris yang ikut serta mempublikasikan kemacetan di Brebes. (foto:ist)

Kabarin.co – Kemacetan panjang di Brebes Jawa Tengah, selama mudik lebaran 2016 yang dikenal dengan jalur Brexit, ternyata cukup menarik perhatian dan menjadi santapan media barat. Apalagi dikabarkan belasan orang meninggal karena kelelahan dan serangan jantung dalam horor kemacetan luar biasa itu.

Dailymail.co.uk, dalam laporannya yang di publikasikan Kamis 7 July 2016 pukul 08.36 GMT dan updated pukul 12:34 GMT itu menyebut peristiwa tersebut sebagai peristiwa lalu lintas paling buruk di dunia. Ribuan penumpang terjebak dalam mobil dan bus yang mereka tumpangi dan banyak yang keluar dari mobil mereka untuk mencari udara segar.

bre

Mengutip dari Jakarta Globe, media online terbesar di Inggris itu menggambarkan dengan lugas horor lalu lintas yang menimpa para pemudik yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman masing-masing. Mereka terjebak puluhan jam dalam kemacetan yang lebih dari 20 jam itu.

Istilah Brexit itu ditengarai juga ikut menarik perhatin media barat tersebut, karena istilah tersebut memang sedang trending topic di Inggris, pasca negara Britania Raya itu memutuskan keluar dari Uni Eropa. Segala sisi yang dikaitkan dengan Brexit, juga memancing perhatian mereka, termasuk kemacetan di Brebes.

Media global lainnya, seperti Reuters, BBC, Time juga menjadikan macet di jalur Brexit sebagai laporan mereka. Semuanya sepakat menyebut, kemacetan itu adalah peristiwa lalu lintas terburuk di dunia.

IMG_0724 (1)

Sementara itu, terkait berita pemudik yang meninggal saat kemacetan, terus menuai komentar banyak pihak. Anggota Komisi V DPR Moh Nizar Zahro menilai‎, peristiwa itu sebagai bukti buruknya koordinasi pemerintah dalam mengelola manajemen mudik tahun ini.‎

Dia mengatakan, mengatakan, tradisi mudik Lebaran tahun 2016 berubah menjadi bencana massal akibat macet yang berkepanjangan dan tak ada solusi yang cepat dan tepat.

“Belasan korban meninggal dunia merupakan bukti buruknya koordinasi pemerintah dalam mengelola manajemen mudik tahun ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/7) di langsir sindonews.

Atas tragedi mudik 2016 itu, dia pun memberikan beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh pemerintah. “Pengalihan arus harus cermat, terutama pembatasan volume kendaraan,” ungkap politikus Partai Gerindra ini.

‎Pemecahan kemacetan seharusnya tidak hanya ditumpahkan ke Kota Brebes, karena infrastruktur jalan tidak mendukung. Sehingga harus segera dilewatkan jalur ke kabupaten/kota yang lain untuk bisa memecah jumlah volume kendaraan.

bre-1

Lanjut dia, ‎selain karena kemacetan di Brebes juga tidak bisa dilepaskan dari penambahan jadwal Kereta Api Lebaran. Terbukti, berakibat pada jam buka tutup lintasan kereta yang makin sering jumlah kereta yang lewat.

Lalu, dampaknya adalah penumpukan arus kendaraan jalan darat makin padat. “Saya sangat berharap agar Presiden harus lebih intensifkan koordinasi antara kementrian/lembaga khusus terkait jadwal liburan sekolah, sehingga bisa kurangi beban volume jalan darat, laut, udara,” imbuhnya.

Dia juga meminta ‎pemerintah membangun fasilitas keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK), utamanya di jalan tol yang banyak dan mampu menampung jumlah pemudik yang jutaan lewat jalur tol dengan waktu dan hari yang sama. “Begitu pula agar pembangunan jalur lingkar utara jurusan Brebes-Tegal untuk memecahkan kepadatan harus segera dilanjutkan agar bisa mengurai kemacetan yang terjadi di pintu exit Brebes,” pungkasnya.(*)

Loading...

Terpopuler

To Top