Loading...
Politik

Kekuatan Wanita Cantik dalam Pilkada DKI Jakarta 2017

Adalah tiga wanita cantik Olla Ramlan, Sophia Latjuba,dan Annisa pohan yang turun dalam kampanye ketiga pasangan calon yang berkompetisi merebut kursi DKI 1.

Olla Ramlan, Annisa Pohan, Sophia Latjuba (kika)



kabarin.co, JAKARTA-Anda tentu masih ingat dengan ‘Charlie’s Angels’ film produksi Hollywood tentang tiga cewek cantik yang bahu membahu memecahkan berbagai kasus kriminal. Dikisahkan masing-masing dari mereka memiliki kelebihan atau kekuatan sendiri-sendiri.

Nah, menjelang Pilkada DKI Jakarta ini pun ada tiga sosok wanita yang juga punya kelebihan dan kekuatan tersendiri, namun mereka tidak bahu membahu membasmi penjahat. Ketiganya turun di gelanggang yang sama justru sebagai ‘seteru’ antara satu sama lainnya.

Adalah tiga wanita cantik Sophia Latjuba, Olla RAmlan dan Annisa pohan yang bakal turun sebagai salah satu ujung tombak kampanye ketiga pasangan calon yang berkompetisi merebut kursi DKI 1.

Sophia Latjuba sebagai jubir Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Annisa Pohan untuk Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Kemudian yang belakangan jadi perbincangan, Olla Ramlan yang digaet tim Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Popularitas ketiga wanita ini memang punya potensi besar meraup dukungan suara bagi setiap calon. Terlebih lagi ketiganya punya banyak follower atau pengikut di media sosial.

Sophia Latjuba
Coba tengok Sophia Latjuba. Pemilik akun twitter @SophiaLatjuba memiliki 45.000 followers. Sophia memang tidak terlalu sering menjelajahi dunia twitter. Jarang pula dia memperbaharui statusnya.

Sementara di jejaring sosial Instagram, jumlah pengikut Sophia di akun sophia_latjuba88 menyentuh angka 809 ribu. Sophia juga sempat mengunggah pertemuannya dengan Ahok di Balai Kota beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sophia Latjuba Masuk Daftar Timses Ahok

Olla Ramlan
Beralih ke Olla Ramlan yang cenderung lebih aktif di media sosial. Di media Twitter, jumlah pengikut Olla di akun @Olla_ramlan cukup fantastis yakni 4,92 juta orang. Olla juga aktif menyapa netizen untuk mengabarkan keseharian di kehidupan keartisannya.

Olla yang memang sudah akrab sejak lama dengan salah satu cawagub DKI Sandiaga Uno juga mempunyai banyak fans di akun Instagramnya ollaramlanaufar.








loading...

Ia memiliki total pengikut 6,5 juta orang. Dalam laman instagramnya ini postingan foto Olla juga kerap mencuri perhatian netizen dengan rata-rata puluhan ribu “like” di setiap foto yang Ia unggah.

Ditanya lebih jauh dengan kemungkinannya bergabung dalam Timses Anies-Sandi Olla menyatakan masih menyatakan pikir-pikir dan ingin berkonsultasi dulu dengan keluarga.

Olla mengaku mendapatkan tawaran jadi timses Sandiaga Uno. Namun dia belum menjawab sebelum izin suaminya.

“Saat ini sih saya masih belum bisa komentar apa-apa karena ini masalah politik saya harus konsultasi sama suami saya dulu. Dia kan yang lebih tahu,” kata Olla.

Sementara menurut Sandiaga Uno “Saya ajak beliau dan beliau bilang masih pikir-pikir, mau ditanya ke keluarganya. Mudah-mudahan dalam satu-dua minggu bisa bergabung,” ujarnya.

Annisa Pohan
Di akun Twitter pribadinya @AnnisaPohan, lulusan dari Universitas Indonesia ini memiliki pengikut sebanyak 429 ribu. Sementara itu di akun media sosial lainnya yakni Instagram, Annisa Pohan memiliki jumlah pengikut sebanyak 1,8 juta orang.

Baca juga : Annisa Pohan Jadi Bintang Saat Dampingi Agus Yudhoyono Blusukan

Kekuatan medsos dan pengaruhnya pada politik
Lantas seberapa berpengaruh jumlah followers di media sosial ini dengan efektifnya para ‘jurkam’ meraup suara bagi pasangan calon? Para followers Annisa, Olla Ramlan dan Sophia memang bukan hanya dari DKI Jakarta.

Peneliti Puskapol UI Sri Budi Eko Wardani menyebut kehadiran para artis di Pilkada akan dapat meningkatkan popularitas calon.

“Artis jadi juru bicara bisa menarik magnet media dan pemberitaan menarik, jadi juga bagi orang yang mengidolakan,” kata Sri Budi Eko Wardani kepada wartawan di kantor KPU di Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (16/10)

Tapi Sri menyebut, tidak selamanya melibatkan artis mendongkrak elektabilitas. Karena elektabilitas melibatkan lebih banyak ukuran kualitatif di tengah masyarakat. “Belum ada korelasi antara artis dan elektabilitas,” sebutnya.

Memang seberapa banyak warga yang mempunyai hak pilih pada Februari nanti tidak dapat diketahui secara pasti dengan hanya melihat total pengikut mereka di media sosial masing-masing. Namun banyaknya jumlah pengikut membuktikan tingkat popularitas si artis bisa dicermati.

Media sosial juga bisa digunakan mereka untuk mensosialisasikan tawaran program dari jagoannya masing-masing. Jika mereka mampu menggunakan media ini secara efektif maka pengaruh ke perolehan suara nantinya juga tak bisa dianggap remeh. (mfs/dtk)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top