Loading...
KabarinAja

Kegiatan Fahri Hamzah Di Kampung Halamannya Setelah Tidak Lagi di DPR




kabarin.co, Jakarta – Setelah resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI pada 2019 lalu, Fahri Hamzah terlihat makin sering membagikan kegiatan sehari-harinya di kanal Youtube pribadinya.

Baru-Baru ini melalui unggahannya, Fahri terlihat tengah berada di kampung halamannya, Nusa Tenggara Barat. Ia pun menunjukkan kegiatannya selama pulang kampung dalam video. Berikut potretnya:

Sedang Berada di Hutan

kegiatan fahri hamzah di kampung halaman

Dalam video tersebut, tertulis keterangan bahwa Fahri Hamzah tengah berada di kampung halamannya. Ia pun menunjukkan kegiatannya bersama beberapa rekan-rekannya saat sedang mengunjungi area perkebunan di salah satu bukit di Sumbawa.

Kegiatan Fahri Hamzah Di Kampung Halamannya Setelah Tidak Lagi di DPR

“Ya teman-teman saya ini lagi di hutan, di daerah namanya Palaning Bukit Palaning. Ini daerah yang ketinggiannya hampir 400,” kata Fahri dikutip dari akunnya Fahri Hamzah Official.

Menebang Pohon

kegiatan fahri hamzah di kampung halaman

Dalam video tersebut terlihat Fahri bersama beberapa rekannya menyusuri jalanan setapak di hutan sambil sesekali berinteraksi dengan para petani yang sedang menggarap lahannya.

Berbeda dengan sosok Fahri Hamzah yang selama ini biasa kita lihat di parlemen, menggunakan kaos dan celana pendek sederhana ia terlihat mahir membabat pohon singkong dengan parang di tangannya.








loading...

Mengambil Singkong

kegiatan fahri hamzah di kampung halaman

Bersama dengan beberapa rekannya, ia terlihat tengah memanen singkong dari kebun untuk disuguhkan untuk temannya yang akan berkunjung.

“Siap, banyak untuk teman-teman nanti malam,” kata Fahri.

Ambil Jahe dan Pepaya

kegiatan fahri hamzah di kampung halaman

Selain mengambil singkong, Fahri bersama rekannya juga memanen pepaya dan jahe. Setelah mendapatkan semuanya, mereka pun terlihat pergi meninggalkan kebun menyusuri jalan setapak.

“ini sudah dapat pepaya, jahe, sama singkong,” kata Fahri.

Ambil Kunyit

kegiatan fahri hamzah di kampung halaman

Fahri dan rekannya pun terlihat terus menyusuri area hutan tersebut. Ia kemudian terhenti di area lahan penanaman kunyit dan langsung meminta petani untuk mengambilkannya.

“Ini kunyit ya, ini jadi kalau mau bikin jamu mau bikin mpon-mpon ini bagus (menunjukkan kunyit) ini terkenal disini buat bikin obat (jamu),” ungkap Fahri.

Melihat Kondisi Petani

kegiatan fahri hamzah di kampung halaman

Tak hanya sekedar ingin memanen hasil kebun yang ada, Fahri ingin melihat kondisi para petani di daerah tersebut dan mengamatinya.

“Jadi kita lagi melihat ke masyarakat ini banyak yang dikasih hak pengolahan tapi enggak ada modal, jadi orang enggak ngerti mesti nanam apa jadi nanamnya ala kadarnya apa yang ada saja,” kata Fahri.

Fahri Berpikir Seharusnya Masyarakat Bisa Dikelola. Dengan ketersediaannya lahan dan sumber daya manusia yang memadai, Fahri beranggapan seharusnya hal ini bisa dimanfaatkan untuk menciptakan kegiatan industri yang bermanfaat dan menguntungkan masyarakat sekitar.

Ia pun berharap suatu saat akan ada bantuan modal, edukasi, dan bantuan pemasaran hasil panen untuk para petani setempat.

“Seandainya saja itu bisa diorganisir dikasih modal, dikasih bibit, lalu dikelola skala besar menjadi plasma satu kegiatan industri maka produk bagus seperti ini bisa dijual,” ungkap Fahri.

Dirikan Partai Gelora

waketum partai gelora fahri hamzah

Fahri Hamzah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI sejak tahun 2014 lalu, ia terpilih menjadi anggota dewan melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, belum lama sebelum masa jabatannya selesai, Fahri diketahui hengkang dari partai yang dipimpin Sohibul Imam tersebut karena adanya konflik internal.

Ia pun akhirnya mulai memperkenalkan, dan mengatakan akan segera mendirikan partai-nya sendiri. Bersama rekannya yang juga mantan kader PKS, yakni Anis Matta mereka pun memperkenalkan partai politik baru bernama partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora.

Partai ini pun telah resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) sebagai badan hukum partai politik pada Selasa, (19/5)

(merdeka)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top