Loading...
KabarUtama

Kasus E-KTP : Mendagri Era SBY, Gamawan Fauzi Segera Jadi Tersangka



kabarin.co, Ketika semua mata tertuju pada sidang perdana kasus penistaan agama oleh gubernur nonaktif Basuki Tjahja Purnama alias ahok kemarin, ternyata ada yang terlupakan yakni kasus e-KTP (KTP Elektronik). Dalam waktu yang bersamaan dengan sidang perdana Ahok yang disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi, pemeriksaan Ketua DPR, Setya Novanto oleh KPK luput dari perhatian publik.

Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto diperiksa KPK selama 7,5 jam. Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka korupsi, yakni, Mantan Dirjen Kependudukan dan Catatn Sipil Kementrian Dalam Negeri, Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, dan nama yang terakhir juga merupakan pembuat komitmen proyek pengadaan e-KTP.

Korupsi proyek yang menelan biaya Rp 6 triliun ini, melibatkan Mantan Menteri Dalam Negeri era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Gamawan Fauzi, Setya Novanto dan sejumlah politikus Partai Golkar dan PDI Perjuangan, serta beberapa pengusaha.

 

Ketua DPR, Setya Novanto bersama politikus PDI Perjuangan dan Partai Golkar bertemu dengan bos PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos, di Equity Tower kawasan SCBD, Jakarta Selatan. PT Sandipala merupakan salah satu perusahaan yang terlibat dalam konsorsium e-KTP.

Dalam peetemua tersebut, Setya meminta Paulus memberikan fee 5 persen dari nilai proyek e-KTP. Namun bos PT Sandipala Arthaputra menolak permintaan Ketum Golkar tersebut. Kemudian pada pertemuan berikutnya, Setya kembali meminta fee kepada Paulus bahkan fee tersebut naik menjadi tujuh persen.

Rencananya  fee tersebut akan dibagikan kepada anggota Komisi Pemerintahan DPR. Salah satu yang menerima uang tersebut adalah seorang poltikus dari Partai Golkar. Bahkan namanya sudah ada ditangan penyidik KPK. Ketum Golkar Setya Novanto diduga menerima imbalan paling banyak dari korupsi e-KTP. Namun, setelah selesai jalanin pemeriksaan di KPK kemarin siang, kepada wartawan, Setya membantang tudingan tersebut.  “saya begitu bahagia dan senang, karena sudah bisa memberikan penjelasan dan mengklarifikasi secara keseluruhan,” katanya.

Selain Setya Novanto, KPK juga memeriksa Komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta Epsiloon Idrus. Sedang anggota DPR Arif Wibowo tang seharusnya menjalani pemeriksaan, tidak hadir tanpa keterangan. Direktur PT Sandipala Arthaputra dikabarkan sudah melarikan diri ke Singapura.

Keterangan Setya Novanto ke KPK, tujuannya untuk membidik mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dan seorang Politikus dari Partai Golkar. Menurut informan indonesiapolicy.com di KPK, Gamawan segera ditetapkan sebagai tersangka. “Mungkin akhir Desember,”ujar sumber tersebut.

Selain mantan Menteri Dalam Negeri era SBY itu, KPK juga membidik seorang politikus dari Partai Golkar dan anak Tomi Winata (TW). Perusahaan TW juga terlibat dalam proyek e-KTP tersebut. Namun, diduga bidikan pada anak TW ini adalah atas pesanan, naga lain yang kini sedang bersiteru dengan bos Artha Graha tersebut. Informan indonesiapolicy.com di KPK berjanji akan mengungkapkan persoalan ini, nanti pada saat yang tepat. (epr/ indonesiapolicy.com)









loading...

Baca Juga:

KPK Jadwalkan Pemanggilan Gamawan Fauzi dan Setya Novanto Terkait Kasus E-KTP

M Nazaruddin Kembali Diperiksa KPK Dalam Kasus Dugaan Korupsi E-KTP

Disebut Terima Uang Korupsi e-KTP, Pekan Depan KPK Periksa Setya Novanto

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top