Loading...
Sepakbola

Karma Bagi Neymar Dan PSG Gagal Juara Liga Champions

kabarin.co, Jakarta – Paris Saint-Germain dan Neymar harus menanggung malu kalah di final Liga Champions. Itu bak sebuah karma dari ulah meledek lawan-lawan yang dikalahkan PSG.

PSG berhasil merasakan tampil di final Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim ini. Les Parisiens berhadapan dengan Bayern Munich laga pamungkas itu.

Karma Bagi Neymar Dan PSG Gagal Juara Liga Champions

Hasilnya menyakitkan untuk tim besutan Thomas Tuchel. PSG kalah 0-1 akibat gol dari Kingsley Coman di babak kedua. Mimpi untuk menjadi yang terbaik di Eropa pun ambyar seketika.

Nyemar menjadi pemain yang disorot pasca laga. Pria asal Brasil itu menangis hingga harus ditenangkan oleh rekan-rekannya di tim sampai pemain lawan.

Baca Juga  Daftar Lengkap Penerima Penghargaan di FIFA Football Award Edisi 2017

Marca menyebut kekalahan PSG seperti sebuah karma. Neymar dan PSG sebelumnya berulang kali meledek lawan-lawan di fase gugur yang sudah disingkirkan.

Kejadian yang paling diingat adalah, saat pasukan PSG berhasil menyingkirkan Borussia Dortmund di babak 16 besar. Mereka mengolok-olok dengan menirukan gaya selebrasi ala Erling Haaland (meditasi yoga). Neymar juga sempat menirukan selebrasi Haaland dalam perayaan gol.

Korban selanjutnya yang diledek oleh PSG adalah kapten Atalanta, Papu Gomez. Akun Twitter resmi PSG berbahasa Spanyol mengunggah foto Maxim Choupo-Moting sambil menuliskan kalimat “Baila Como El Choupo” (Tarian Choupo).

Choupo-Moting adalah pencetak gol penentu kemenangan PSG 2-1 di perempatfinal melawan Atalanta. Nah, Papu Gomez diketahui punya lagu khusus yang berjudul “Baila Como El Papu”.

Baca Juga  Pakai Jersey Barcelona di Arab Saudi, Dipenjara 15 Tahun atau Bayar Denda Rp2 Miliar

Mengejek lawan juga dilakukan saat berhasil menyingkirkan RB Leipzig di semifinal. Neymar mengunggah foto dengan cangkir Red Bull di media sosialnya. “Ayah ada di final,” tulisnya di sebelah foto, yang bisa dianggap sebagai provokasi terhadap pemegang saham mayoritas tim asal Jerman itu.

PSG dan Neymar kini harus menanggung rasa pahit apa yang diterima lawan-lawannya dari semua olok-olok itu: gagal menjadi juara Liga Champions.

Baca Juga  Kuota Pemain Asing di Kompetisi 2017 Dipastikan Dikurangi Menjadi 2+1

(detik)

Loading...

Terpopuler

To Top