Loading...
KabarUtama

Kapolri Mengatakan Kasus Buni Yani Akan Segera Dilimpahkan Ke Pengadilan



kabarin.co, Jakarta, — Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengatakan kasus yang menjerat terdakwa Buni Yani akan segera dilimpahkan ke Pengadilan. Buni Yani diduga melakukan tindakan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan isu SARA.

“Sekarang prosesnya finalisasi pemberkasan dan segera kami limpahkan ke pengadilan,” kata Tito dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (5/12).

Tito menerangkan, Buni Yani dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11, tahun 2008. Dia diduga telah menyebarkan informasi yang membuat rasa kebencian menyangkut SARA kepada publik.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengatakan, Buni Yani telah menyebarkan video secara tak utuh teksnya, kata “pakai” dalam ucapan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahol) telah dipotong Buni.

“Di video ada kata itu, ‘pakai Al Maidah 51’ namun di teks tidak ada,” ujarnya.

Dalam melakukan proses hukum, penyidik Polri telah memanggil dan memeriksa Buni Yani serta menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Selan itu menurutnya, Polri juga telah meminta keterangan para ahli terkait kasus tersebut.

“Ada laporan ke Polisian, kami lakukan proses hukum dengan aturan yang ada,”katanya.

Sebelumnya, Buni Yani dilaporkan Komunitas Advokat Muda, Ahok Djarot, karena diduga memprovokasi masyarakat melalui potongan video Ahok di Kepulauan Seribu.

Dalam kasus ini, Buni Yani terancam dijerat pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik, tentang penyebaran informasi yang ditujukkan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.









loading...

(nap/cnn)

Baca Juga :

Tito Karnavian: “Satuan Brimob luar wilayah (Jakarta) kami tarik untuk amankan,”

Hoax dan Heboh di Medsos soal Netizen Selfie Bareng Kapolri Tito Karnavian

Komisi III Memanggil Kapolri Tito Dalam Rapat Kerja

 

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top