Loading...
KabarEkonomi

Kadin: Banjir Jakarta Rugikan Pengusaha



kabarin.co – Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyayangkan banjir yang melanda sejumlah titik di Jabodetabek sejak Selasa (21/2) pagi tadi. Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani menyebutkan, dampak ekonomi dari banjir paling terasa bila terjadi di lokasi-lokasi yang dekat pusat perbelanjaan seperti pasar atau sentra pertokoan dan mal.

“Pasti ada imbasnya. Orang banjir, bagaimana mau dagang. Pasti ada (kerugian dari banjir),” ujar Rosan di Gedung Mar’ie Muhammad Kantor Pusat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Selasa (21/2).

Belum lagi, pegawai kantoran di pusat bisnis di Jakarta yang terhalang banjir juga diyakini akan menurunkan produktivitas. Meski belum memiliki hitungan pasti berapa kerugian yang diderita akibat banjir, Rosan menegaskan bahwa pengusaha merasa dirugikan dengan banjir yang masih saja terjadi di Jakarta.

“Jadi ya memang kalau banjir yang pasti merugikan. Tapi produktivitas berdampak juga. Banjir itu jadi hambatan,” katanya.

Banjir terjadi hampir merata di lima wilayah di Jakarta. Sejumlah pusat pertokoan  dan perkantoran terkepung banjir sehingga membuat karyawan tidak masuk kerja.

Berdasarkan data BMKG, curah hujan kali ini masih jauh lebih kecil dibandingkan hujan yang menyebabkan banjir di Jakarta pada 2007, 2013, dan 2014 yang saat itu mencapai 200 mm hingga 350 mm. Peluang hujan ekstrem saat ini makin sering terjadi. Artinya wilayah Jabodetabek juga makin tinggi risikonya terjadi banjir jika tidak dilakukan upaya pengendalian banjir yang komprehensif dan berkelanjutan.

BMKG mencatat curah hujan yang turun yang menyebabkan banjir Jakarta dan sekitarnya adalah Lebak Bulus 71,7 mili meter (mm), Pakubuwono 106 mm, Beji 65 mm, Depok 83 mm, Gunung Mas 39 mm, Pasar Minggu 106,5 mm, Tangerang 92,5 mm, Pondok Betung 67,4 mm, dan Cengkareng 72 mm.

Berikutnya, Tanjung Priok 115,9 mm, Kemayoran 180 mm, Dramaga 75 mm, Curug 37,5 mm, Kelapa Gading 145,4 mm, TMII 48,8 mm, Parung 21,8 mm,  Jagorawi 72.5 mm, Mekarsari 60,8 mm, Leuwiliang 89,7 mm, Katulampa 35,8 mm, dan Bekasi 65 mm. Tebal curah hujan tersebut tergolong hujan sedang hingga lebat. (rep)

Baca Juga:

Pengamat Perkotaan: Pemprov DKI Tak Serius Tangani Banjir









loading...

Debit Air Semakin Tinggi, Jumlah Pengungsi Korban Banjir Cipinang Melayu Terus Meningkat

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top