Loading...
Politik

Jokowi akan Melantik Gories Mere dan Diaz Jadi Staf Khusus Presiden

Gories akan mengisi posisi Staf Khusus Bidang Intelijen dan Keamanan sementara Diaz mengisi posisi Staf Khusus Bidang Sosial.

jubir kepresidenan Johan Budi dan Presiden Joko Widodo/foto: tem/an


kabarin.co, JAKARTA – Juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo membenarkan kabar soal kabar Presiden Joko Widodo akan melantik dua staf khusus baru.

Mereka yang akan menjadi stafsus baru itu adalah mantan Kepala BNN dan Kepala Densus 88 Komjen (Purn) Gories Mere dan Diaz Hendropriyono.

“Ya, saya membenarkan akan ada dua staf khusus baru,” ujar Johan saat dihubungi Tempo, Minggu, 10 Juli 2016.

Johan tidak menyebutkan kapan pelantikan dua staf khusus baru tersebut dan posisi apa yang akan diisi keduanya. Berdasarkan keterangan yang didapat dari sumber Tempo, Gories akan mengisi posisi Staf Khusus Bidang Intelijen dan Keamanan sementara Diaz mengisi posisi Staf Khusus Bidang Sosial.

Pelantikannya sendiri, menurut info yang diterima Tempo, diperkirakan berlangsung pekan depan. Sejauh ini, pelantikan yang dipastikan akan berlangsung pekan depan baru pelantikan Komisaris Jenderal Tito Karnavian menjadi Kapolri di mana berlangsung pada tanggal 12 Juli 2016 nanti.

Presiden Jokowi saat ini sudah memiliki 4 staf khusus yakni Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Lenis Kogoya dan Johan Budi yang juga merangkap sebagai juru bicara.

Dengan datangnya dua stafsus baru, berarti Presiden Joko Widodo akan didampingi 6 staf khusus.

Atas rekomendasi siapa?
Presiden Joko Widodo mengangkat Gories Mere dan Diaz Hendropriyono menjadi Staf Khusus Presiden.

Siapa yang merekomendasikan kedua nama tersebut?

“Pastinya saya tidak tahu, tapi itu masukan dari mana-mana,” ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (11/7/2016).









loading...

Pratikno memastikan, Presiden sudah mempertimbangkan dengan matang pilihannya tersebut.

Soal alasan mengapa Presiden memilih Gories dan Diaz sebagai staf khusus, Pratikno tidak menjawab spesifik.

Ia mengatakan, Presiden membutuhkan tambahan tenaga staf khusus.

“Ya menambah kompetensi jaringan baru selain staf khusus yang sudah ada saat ini. Butuh orang baru untuk melaksanakan tugas,” ujar Pratikno.

Keputusan Presiden tentang pengangkatan tersebut, lanjut dia, telah ditandatangani Presiden beberapa hari lalu.

Keduanya pun telah aktif bekerja sejak Keppres diteken. (t/k)

Baca juga:

Ini Maksud Terselubung Jokowi dalam Program Tax Amnesty

DPR: Jokowi Tidak Serius dan Lemah dalam Pemberantasan Korupsi

 

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top