Loading...
KabarUtama

Hujan Lebat, Proses Evakuasi Jenazah Diduga Santoso Lebih Lambat

foto: liputan6.com

Kabarin.co – Jenazah dua pria anggota kelompok sipil bersenjata pelaku teror di Poso, yang salah seorang di antaranya diduga adalah Santoso, pimpinan kelompok tersebut, sampai saat ini masih dalam proses evakuasi dari lokasi baku tembak.

“Butuh waktu beberapa jam untuk mengeluarkan jenazah itu dari dalam hutan karena lokasinya berada di hutan pegunungan dengan medan yang cukup sulit,” kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto yang dihubungi di Poso, Selasa.

Ia belum memastikan jenazah tersebut akan dievakuasi ke mana, namun kemungkinan akan dibawa ke Palu untuk diidentifikasi.

Baca Juga  Fadli Zon Ajukan Penangguhan Penahanan untuk Ahmad Dhani

Tim Disaster Victims Identification (DVI) dari Mabes Polri dilaporkan sudah berada di Palu untuk melakukan identifikasi jenazah tersebut untuk memastikan identitas jenazah.

Keterangan lain yang dihimpun dari Poso menyebutkan bahwa wilayah Poso Pesisir Utara saat ini sedang diguyur hujan sehingga proses evakuasi diperkirakan akan berjalan lebih lambat.

“Mungkin siang baru bisa keluar dari hutan dan malam (Selasa malam) baru jenazah bisa tiba di Palu,” ujar seorang sumber dari tim Operasi Tinombala Poso.

Baca Juga  DPR Akan Percepat Pelantikan Ketua BIN Untuk Menggantikan Sutiyoso

Santoso alias Abu Wardah, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, yang diburu aparat keamanan dalam Operasi Tinombala di Poso, dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan aparat Operasi Tinombala di pegunungan sekitar desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Senin petang sekitar pukul 17.00 WITA.

Hari Suprapto menyebutkan ada dua jenazah yang ditemukan setelah baku tembak, namun identitas mereka belum dapat dipastikan, meski salah satu dari jenazah itu memiliki beberapa ciri yang sama seperti Santoso, seperti tahi lalat pada dahi.

Baca Juga  Situs Dewan Pers Diretas, Bertepatan dengan Hari Pers Nasional

“Belum bisa kita pastikan bahwa itu Santoso sebelum ada pemeriksaan DNA,” kata Danrem 132/Tadulako Palu Kol. Inf Saeh Mustafa.

Dengan tewasnya dua anggota kelompok teroris Poso ini, maka kini tersisa 19 orang pengikut Santoso yang masih berada di hutan-hutan Poso dan menjadi target perburuan aparat keamanan lewat Operasi Tinombala yang melibatkan sekitar 2.500 personel Polri dan TNI itu.

Kelompok Santoso yang bersembunyi di hutan-hutan Poso itu diketahui sudah berbaiat untuk ISIS.(*/ant)

Loading...

Terpopuler


To Top