Loading...
KabarEkonomi

Jelang Berakhirnya Program, Antrean Tax Amnesty Membludak




kabarin.co – Jelang berakhirnya program amnesti pajak pada hari ini, 31 Maret 2017, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengaku mengerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk mengakomodasi kebutuhan para peserta amnesti pajak atau tax amnesty.

Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi, dalam konferensi pers mengatakan, di sisa akhir pelaksanaan amnesti pajak, otoritas pajak mengerahkan hampir 95 persen petugas pajak yang saat ini berjumlah 39 ribu untuk mengawal pelaksanaan akhir program tersebut.

Jelang Berakhirnya Program, Antrean Tax Amnesty Membludak

“95 Persen kami kerahkan untuk tax amnesty dan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan),” kata Ken di Jakarta, Jumat 31 Maret 2017.

Ken mengatakan, meskipun batas akhir pelaporan SPT telah diperpanjang sampai 21 April 2017, perpanjangan tersebut hanya berlaku untuk administrasi. Sementara setoran pembayaran pajak dari para Wajib Pajak, tetap harus diberikan pada 31 Maret 2017, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi tidak kena saksi Rp100 ribu. Kami berikan pelayanan sebaik mungkinlah,” katanya.

Berdasarkan data otoritas pajak hingga pukul  14.20 WIB, nomor antrean peserta tax amnesty telah berada di angka 1.280. Ken menilai, animo peserta amnesti pajak, tak jauh berbeda dengan animo masyarakat menonton konser grup band papan atas. “Yang mengantre seperti nonton konser Coldplay,” ujarnya.

Melihat animo yang begitu besar dari para peserta amnesti pajak, Ditjen Pajak pun akan membuka penuh pelayanan amnesti pajak hingga pukul 24.00 WIB, atau ketika program tersebut berakhir sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak.

“Semalam kami juga sampai jam dua pagi masih ada dan tetap melayani. Ini tax amnesty adalah hari terakhir. Bagi yang belum ikut, kami layani,” kata Ken. (viv)

Baca Juga:

Setelah Tax Amnesty, Bank Wajib Laporkan Data Nasabah ke Ditjen Pajak








loading...

Jelang Berakhirnya Program, Total Dana Tebusan Tax Amnesty Baru Mencapai Rp 122 Triliun

Ditjen Pajak Sebut Ada Konglomerat versi Forbes yang Belum Ikut ‘Tax Amnesty’

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top