Loading...
Opini

Jatuhnya Penguasa, Pelajaran Bagi Rezim yang Berkuasa

Usai Bung Karno lengser, lanjut Megawati, pihak asing pun dengan leluasa masuk dengan kepentingannya. Megawati menyayangkan sikap Soeharto yang menerima pihak asing tanpa memikirkan akibatnya.

Kini ditengah-tengah orang mengenang 21 tahun tumbangnya Orba, terbit sebuah buku yang cukup menghebohkan dunia. Buku itu antara lain menyinggung soal penggulingan Soekarno oleh penguasa Orba yang diduga diarsiteki oleh Amerika.

Buku yang baru terbit pada 19 Mei 2020 lalu itu juga merekam bagaimana kaum kiri di Asia dan Amerika Latin bereaksi terhadap pembantaian 1965 di Indonesia. Buku The Jakarta Method: Washington`s Anticommunist Crusade and the Mass Murder Program that Shaped Our World karya Vincent Bevins menguak asal-usul penggulingan rejim-rejim yang oleh Amerika dinilai pro komunis sehingga harus ditumbangkan keberadaannya.

Vincent Bevins adalah koresponden New York Times, The Atlantic, The Economist, The Guardian, Foreign Policy, New Yorker, dan Folha de S. Paulo. Model penggulingan pemerintahan yang dianggap pro komunis ala Indonesia ini kemudian di praktekkan di negara-negara lain di dunia. Sebagai contoh Pada 11 September 1973, Salvador Allende, presiden sosialis Chili yang terpilih secara demokratis, digulingkan dalam sebuah kudeta militer sayap kanan.

Baca Juga  2017 Tahunnya Ustad Somad, Dai Milenial: Menyeruak dari Tanah Melayu dan Antitesa Jakarta Bukanlah Segalanya.

Ribuan pendukungnya dipenjara, dihilangkan, dan dibunuh. Pimpinan kudeta Augusto Pinochet menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata telah “bertindak menyelamatkan negara dari kekacauan besar” yang diciptakan pemerintahan Marxis Salvador Allende”. Menjelang kudeta, santer terdengar rumor bahwa “Jakarta akan datang” ke Chili.

Kudeta Allende memiliki pola yang sama dengan penggulingan Sukarno di Indonesia pada pertengahan 1960-an. Kedua presiden didukung partai komunis. Keduanya disikat kaum kanan yang disokong Paman Sam.

Sejak pembantaian massal 1965-1966, “Jakarta” menjadi metafor dan kode untuk pemberantasan kaum komunis dan penggulingan pemerintahan kiri populis di seluruh dunia.

Apakah benar Amerika memang “bermain” di Indonesia di era tahun 1960 itu, penulis buku ini mengaku pernah menelepon CIA dan menanyakan apa yang mereka lakukan di Indonesia pada 1960-an tetapi mereka tidak mau menjawab atau memberitahu yang sebenarnya.

Baca Juga  Sesat Pikir Memahami Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Selain Vincent Bevins, Indonesianis asal Australia Greg Poulgrain juga menilai pergolakan politik di Indonesia pada era 1950-1960-an tak lepas dari campur tangan badan intelijen Amerika (CIA). Dalam buku “The Incubus of Intervention, Conflicting Indonesia Strategies of John F Kennedy and Allen Dulles” yang dibedah di LIPI beberapa waktu lalu, Poulgrain antara lain menyebut pemberontakan PRRI di Sumatera dan Permesta di Sulawesi sebagai bagian dari taktik CIA untuk memperkuat militer pusat di Indonesia untuk pada waktunya menghancurkan PKI dan Sukarno.

Jika Soekarno jatuh karena diduga ada campur tangan Amerika di dalamnya, lalu bagaimana dengan kejatuhan Soeharto, tokoh yang menggantikan presiden Indonesia pertama ?

Sebagai orang kuat Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun lamanya, akhirnya Soeharto tumbang juga. Tumbangnya Soeharto melalui proses panjang setelah rakyat memendam rasa kecewa karena sepak terjangnya.

Banyak nyawa yang melayang semasa ia bekuasa. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat beberapa dari peristiwa tersebut. Diantaranya adalah petrus atau penembakan misterius terkait dengan aksi kriminal (1981-1984), DOM Papua (1969-1998), kasus Talangsari (1989), peristiwa Tanjung Priok (1984), penembakan warga dalam pembangunan Waduk Nipah Madura (1993). hingga korban penculikan aktivis dan kerusuhan pada Mei 1998.

Baca Juga  OBOR RAKYAT, Jokowi Seharusnya Berterima Kasih Bag 3 (habis)

Saat rezim orde baru berkuasa, ada banyak hak rakyat yang ditindas dan diambil secara paksa. Peristiwa tersebut meliputi perampasan tanah rakyat Kedung Ombo (1985-1989), pengambilan tanah rakyat atas nama PT Perkebunan Nusantara (PTPN), kasus pengambil alihan tanah masyarakat adat Dongi Sulawesi Selatan untuk perusahaan Nikel, penggusuran rumah warga Bulukumba oleh PT Lonsum.

Lalu pencemaran dan kekerasan yang dilakukan oleh Indorayon di Porsea Sumatera Utara, peristiwa pembakaran rumah warga, dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh PT Kelian Equal Mining di Kalimantan Timur. Semuanya terjadi saat Presiden Soeharto masih berkuasa

Pada masa Orba pula keberadaan media dan organisasi kemasyarakatan diawasi ketat oleh rezim orde baru. Tak hanya geraknya dibatasi, media yang nekat melawan kehendak pemerintah bakal dibredel.

Laman: 1 2 3 4 5 6

Loading...

Terpopuler

To Top