Loading...
Agribisnis

Jangan Terlena Daging Murah, Waspada Beredarnya Daging Oplosan!

daging oplosan/foto: ilust



kabarin.co – Waspada membeli daging jelang puasa dan lebaran mendatang. Di Kabupaten Bandung, praktik daging oplosan sapi dan babi terbongkar!

Dodo Agustin (46) sudah setahun terakhir menjual daging oplosan dengan harga murah Rp 85 ribu per kilogram.

Menurut Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus selain Dodo, polisi juga mengamankan Agus Kusnadi (33), yang merupakan pegawai Dodo.

“Dodo ini membeli daging babi Rp 35 ribu per kilogram. Lalu daging itu dioplos dengan daging sapi dengan komposisi 50:50. Dijualnya Rp 85 ribu per kilogram, sementara normalnya daging sapi Rp 105 per kilogram,” ujar Yusri, Jumat (3/6/2016).

Untuk mengelabui konsumen, daging oplosan itu disebut Dodo sebagai daging impor atau daging sapi jenis Kupang.

“Konsumennya banyak, dari pihak catering, tukang bakso, dan warga yang datang ke pasar buat beli dagang,” ungkap Yusri.

Sementara Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menilai daging sapi yang dioplos dengan daging babi akan banyak beredar saat bulan Ramadhan.

Banyak pedagang nakal yang mencari celah ini karena harga daging sapi meroket.

Wakil Ketua Umum DPP APDI Sarman Simanjorang meminta agar masyarakat berhati-hati dalam membeli daging di pasar.

“Daging oplosan itu ada karena ada celah, celahnya itu pada saat tertentu misalnya kita memasuki bulan – bulan seperti ini di mana permintaan meningkat 30 persen,” kata Sarman saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Minggu (5/6).








loading...

Sarman menegaskan, beredarnya daging oplosan tidak hanya marak saat bulan Ramadhan saja, melainkan juga terjadi saat pasokan daging sedikit.

Dia menyayangkan ulah para pedagang nakal yang memanfaatkan situasi ini guna mengejar pundi-pundi besar saat lebaran.

Untuk itu, Sarman meminta kontribusi pemerintah melakukan pengawasan yang ketat dan intensif. Hal ini agar masyarakat tidak dirugikan dengan mengkonsumsi daging oplosan.

“Di satu sisi suplainya agak sedikit terganggu, nah di sini kadang – kadang juga muncul. Katakan oknum – oknum yang nakal membuat daging oplosan untuk dijual murah untuk mengelabui konsumen itu tentu sangat tidak elok.

Pemerintah harus lebih sering lagi melakukan pengawasan agar konsumen tidak dirugikan oleh aksi nakal pedagang,” pungkas dia. (mfs)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top