Loading...
KabarEkonomi

Isu Ekonomi Diprediksi Mendominasi Pemilu Ketimbang Isu Sara dan Hoaks



kabarin.co – Jakarta, Direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai isu ekonomi akan mendominasi kontestasi Pilpres maupun Pileg 2019. Itu terjadi karena persoalan ekonomi dunia maupun ekonomi nasional sedang lesu.

Kedua kandidat capres Jokowi maupun Prabowo, kata Ujang, harus berhati-hati mengemas isu ekonomi yang diperkirakan lebih seksi ketimbang isu Sara, agama maupun politik identitas. Salah dalam berargumen atau menyajikan data bisa menjadi blunder.

Isu Ekonomi Diprediksi Mendominasi Pemilu Ketimbang Isu Sara dan Hoaks

“Isu-isu usaha ekonomi kreatif dan digital jauh lebih menarik terutama bagi Milenial. Saya harap Masyarakat jangan disuguhi wacana saja, tapi juga bicara data dan fakta,” kata Ujang di Jakarta, Rabu (26/9).

Menanggapi isu ekonomi tersebut, Juru bicara tim kampanye nasional (TKN) Jokowi, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf akan melanjutkan komitmen pembangunan dunia usaha dan kewirausahaan. TKN baru saja merekrut Ketua Umum Kadin Rosan P. Roslani dan Ketua Hipmi Bahlil Lahadalia ke dalam tim pemenangan.

Dua tokoh itu, kata Ace, membuktikan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat dukungan dari kalangan dunia usaha. Keduanya dinilai memiliki gagasan, pengalaman dan jaringan sehingga sumbangsihnya sangat diperlukan.

Rosan P. Roslani dan Bahlil Lahadalia merupakan bagian dari pengusaha nasional yang memperkuat Jokowi-Ma’ruf setelah pebisnis Erick Thohir yang direkrut sebagai ketua tim sukses. Ace mengatakan dukungan ketiga pengusaha itu membuktikan kalangan dunia usaha puas dengan kepemimpinan Jokowi di periode pertama.

“Ketiga tokoh pengusaha muda itu bersedia mendukung Pak Jokowi karena telah merasakan dampak perubahan selama empat tahun terakhir. Mereka ingin terlibat melanjutkan pembangunan,” kata Ace di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (25/9).

Wakil ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan target utama pembangunan ekonomi Jokowi diarahkan untuk menciptakan kewirausahaan. Karding menyebut infrastruktur yang dibangun Jokowi bertujuan menumbuhkan kalangan pengusaha muda. Apalagi Indonesia dianggap memiliki bonus demografi.

“Makanya kita perlu pengusaha seperti Pak Rosan, Pak Bahlil dan Erick Thohir untuk mencari jalan untuk mempermudah akses modal, akses pasar dan keterampilan,” ujar Karding.

Cawapres kubu Prabowo, Sandiaga Uno, yang juga berasal dari kalangan pengusaha mengajak masyarakat untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan khususnya pada generasi milenial. Kewirausahaan, kata Sandiaga, adalah soal mindset atau semua tentang cara berpikir positif, melihat peluang, bekerja lalu fokus mencapai tujuan.









loading...

Sandi mengatakan kaum Milenial tidak hanya memiliki potensi besar sebagai pemilih, tapi juga berpotensi digerakkan sebagai pembuka lapangan kerja dan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kreatifitas serta bisnis rintisan seperti Gojek maupun BukaLapak.

“Pembangunan infrastruktur yang masif belum tentu bisa mendatangkan keuntungan langsung dan berdampak signifikan bagi pegiat ekonomi mikro. UMKM harus bisa mengentaskan kemiskinan maupun pengangguran di masyarakat,” kata Sandi saat berkunjung ke Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (25/9). (arn)

Baca Juga:

Isu Ekonomi Membuat Posisi Jokowi Tidak Aman Menuju Pilpres

Ekonomi Tak Kunjung Membaik, Elektabilitas Jokowi Menurun

DPR: Isu Rush Money Teror Terhadap Ekonomi Nasional

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top