Loading...
KabarEkonomi

Investor Iran : PLN Utang 23 Juta Euro, Berharap Jokowi Turun Tangan

Pekerjaan sudah selesai dilaksanakan, kasus yang mengiringinya juga sudah tuntas diadili di Mahkamah Agung. Tapi utang atas pekerjaan tersebut juga belum dibayar hingga kini.

cp: indo agnhy


kabarin.co – Pekerjaan sudah selesai dilaksanakan, kasus yang mengiringinya juga sudah tuntas diadili di Mahkamah Agung. Tapi utang atas pekerjaan tersebut juga belum dibayar hingga kini. Itulah nasib yang menimpa Badan Usaha Milik Negara Iran, Mapna co. Lalu timbul kasus korupsi di sekitar persoalan itu.

Kasus ini bermula dari tender proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLGU) Blok 2 Belawan, Sumatera Utara tahun 2010, yang dimenangkan oleh Mapna Co. Tapi pesaingnya, peserta tender lain Siemens Indonesia tidak terima. Pintu masuk lalu datang saat PT. PLN dan Mapna co membuat perusahaan patungan, PT. Mapna Indonesia pada 2012.

Menurut Ketua tim pengacara PT. Mapna Indonesia Chandra M Hamzah, sebetulnya kontrak kerja terjadi antara PT PLN Sumatera Bagian Utara dengan PT Mapna Co, yang merupakan perusahaan BUMN dari Iran.  Sementara posisi PT Mapna Indonesia sendiri, bukan pemenang tender dan perusahaan ini didirikan pada 2012 untuk mengurus administrasi PT Mapna Co. “Jadi perusahaan ini memang baru dibentuk setelah dibuat perjanjian antara PT Mapna Co dengan PLN. Jadi kontrak antara PT Mapna Co di Iran dengan PLN, ini perjanjian antara dua BUMN, satu BUMN di Indonesia dan satu BUMN di Iran,” kata Chandra pada 2014.

Direktur Utama PLN, Sofyan Baasir tak mau membayar utang itu. Dia kawatir ini menjadi “barang panas” yang bisa menjatuhkannya atau menyeretnya dalam kasus hukum. Karena peristiwa tender tersebut, terjadi saat Sofyan belum menjabat Direktur PLN.

Wakil Presiden Jusus Kalla, kabarnya berminat mengakuisisi Mapna. Pihak investor Iran berharap Presiden Jokowi bisa menyelesaikan persoalan ini. Jika tidak, ini bisa menjadi preseden buruk dalam dunia investasi di Indonesia. Terutama pihak yang benar-benar ingin menanam investasi. Sedangkan Siemen cuma mau jual alat saja.

Heboh yang disebabkan oleh Siemen Indonesia, disayangkan oleh Siemen pusat. Perusahaan asal Jerman itu sudah bekerjasama sejak lama dengan BUMN asal Iran tersebut, Mapna co. Bahkan hampir semua proyek listrik iran bekerja sama dengan Mapna. Dengan kasus di Indonesia ini, hubungan antara Siemen Jerman dengan Mapna co terganggu. Siemen akhinya memutuskan Christop SM.Silalahi dipecat, karena dianggap biang masalah persoalan ini.

Sedangkan dalam kasus korupsinya M.Bahalwan dihukum 14 tahun penjara oleh Mahkamah Agung dan uang Rp 337 Miliar dirampas, sebelumnya di Pengadilan Negeri tipikor Medan, Bahalwan dihukum 2 tahun, dan dtitingkat Pengadilan Tinggi divonis 11 tahun penjara. Bila tidak cukup atas harta yang dirampasnya, hukuman ditambah 5 tahun. Selain Bahalwan, lima orang Indonesia lainnya juga dihukum;  Mantan General Manager KITSBU  Chris Leo Manggala, Manager Sektor Labuan Angin Surya Dharma Sinaga, Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia. Supra Dekanto, Karyawan PT PLN Pembangkit Sumbagut Rodi Cahyawan dan, Muhammad Ali.

Pihak Mapna Co kepada informan indonesiapolicy.com mengaku tak terkait dengan kasus Bahalwan. Yang jelas pekerjaan PTLTGU itu sudah selesai dan listrik sudah menyala. Prestasi sudah dilaksanakan namun, proyek itu belum juga dibayar. “Kami berharap bisa bertemu dengan Presiden Jokowi untuk selesaikan persoalan utang  ini,”sumber indonesiapolicy.comdi Mapna Co. Pihak Mapna Co yakin Jokowi, Presiden yang berlatar belakang pengusaha itu memahamai persoalan ini. Tentu saja lebih jauh, jaminan terhadap investor yang menanamkan investasinya di Indonesia. (indonesiapolicy.com)

Baca Juga:

PLN Akan Lanjutkan 17 dari 34 Proyek Listrik yang Mangkrak









loading...

12 Proyek Listrik Dihentikan Pemerintah, Ini Kata PLN

Tingkatkan Efisiensi, PLN Akan Akuisisi Pertamina Geothermal Energy

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top