Loading...
Nasional

Indonesian Lawyer Club Kena Breidel? Ini Penjelasan Komisi Penyiaran Indonesia

Hal ini terkait dengan sensor yang akan dilakukan terhadap media yang berani memberitakan penistaan Islam yang dilakukan oleh Ahok atau meberitakan aksi-aksi unjuk rasa umat Islam.

Indonesia Lawyer Club/ilustrasi


kabarin.co, JAKARTA-Terkait dengan sensor yang akan dilakukan terhadap media yang berani memberitakan penistaan Islam yang dilakukan oleh Ahok atau meberitakan aksi-aksi unjuk rasa umat Islam. Beredar isu di media sosial tayangan ILC diTV One mulai Selasa kemarin (23/11) dilarang on air selama 3 bulan ke depan karena adanya sensor media.

Melalui akun twitternya, Direktur Pemberitaan TV One Karni Ilyas mengumumkan penayangan ILC akan libur Selasa besok. Karni juga menyebut ILC akan hadir kembali.

“Dear Pencinta ILC: Diskusi ILC, Selasa besok, untuk sementara waktu, diliburkan. Sampai ketemu di ILC yang akan datang. Terima kasih,” kata Karni lewat akun twitternya.

Berbagai tanggapan atas twit Karni Ilyas tersebut, mulai dari mempertanyakan sampai yang menyiratkan sikap pro atau kontra terhadap salah satu tayangan paling populer di negara ini.

ilc-03

Seperti beberapa yang terangkum berikut di bawah ini:

@karniilyas ditekan penguasa ya prof?? malang benar rakyat indonesia, semakin tertindas kesemena2an penguasanya tanpa henti, bunyi twit pemilik akun @ZEN

@karniilyas temanya kan bnyk bang? ‘Setelah parade 1911’ atau ‘pelarangan aksi 212’. Atau krn ditegur @KPI_Pusat kah??, kata akun bernama @adhe_cj

@karniilyas kok libur pak? Karena issue yg “hangat” sekarang msh seputar kelanjutan proses hukum dugaan penistaan agama oleh BTP ya?, tulis @ayoosran

@ayoosran @karniilyas mungkin mw ganti nama menjadi #MataKarni yuk ramaikan fp #MataKarni, kata pemilik akun @anwarlangit









loading...

Sementara akun @risyarif28 mempertanyakan, @karniilyas @KPI_Pusat lah kok di hentikan sementara ? Padahal acaranya berimbang , dan tim ahok juga lagi kalah terus . #saveilc

Sejauh ini belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak penyelenggara ILC maupun Karni Ilyas sendiri.

Penjelasan Komisi Penyiaran Indonesia
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis membantah kabar bahwa pihaknya memberikan sanksi berupa penghentian program Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One.

Yuliandre Darwis menegaskan tidak ada sanksi penghentian program ILC sebgaimana berita yangberedar saat ini di media sosial seperti yang dikatakannya pada Selasa (22/11).

Sekalipun demikian KPI mengaku memang pernah menegur tayangan ulang ILC edisi “Setelah Ahok Minta Maaf” dengan pertimbangan khusus. Teguran atau peringatan itu mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3PS).

“Untuk menghentikan siaran sebuah program di televisi dan radio, P3SPS telah mengatur tata cara dan prosedur yang harus dilewati oleh KPI dan lembaga penyiaran terkait,” jelasnya.

Tapi KPI tidak pernah melarang dan menegur stasiun televisi untuk menghentikan program. “Industri kan aset bangsa, jadi kami tidak melarang.” katanya Yuliandre lagi.

Yuliandre berharap agar masyarakat tidak mudah terpancing isu liar dan tidak malas mencari verifikasi atas informasi yang beredar di media sosial.

Masyarakat dapat mengakses website KPI www.kpi.go.id untuk mendapatkan update informasi terbaru terkait berita kegiatan, penjatuhan sanksi ataupun pemberian peringatan kepada berbagai media-media publik yang populer di tengah masyarakat. (mfs)

Baca juga:

Tidak Memihak Umat Islam, Bachtiar Nasir Tolak Hadir di ILC

 

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top