Loading...
Nasional

Indonesia Dianggap Melanggar HAM, Ini Tanggapan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Google/image

kabarin.co – Majelis Hakim Internasional dari International People’s Tribunal (IPT) 1965 menyatakan negara Indonesia bertanggung jawab atas beberapa kejahatan terhadap kemanusiaan melalui rantai komandonya.

Putusan IPT dibacakan hakim ketua Zakeria Yacoob di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu, 20 Juli 2016. Zakeria merupakan mantan hakim Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan. Adapun persidangan IPT tersebut digelar pada November 2015 di Den Haag, Belanda.

Ada tiga putusan yang disampaikan sebagai hasil akhir sidang rakyat tersebut. Pertama, pembunuhan massal yang diperkirakan menimbulkan ratusan ribu korban. Kedua, penahanan dalam kondisi tak manusiawi, di mana jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 600.000 orang. Ketiga, perbudakan orang-orang di kamp tahanan seperti di Pulau Buru. Selain itu, terdapat juga bentuk penyiksaan, penghilangan paksa, dan kekerasan seksual.

Baca Juga  Jokowi Klaim Miliki Data Mana Saja Pos-Pos Di Kehutanan Yang Main Proyek

Majelis hakim juga merekomendasikan agar pemerintah Indonesia minta maaf kepada para korban, penyintas, dan keluarga korban. Selain itu, pemerintah Indonesia didesak melakukan penyelidikan kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana tuntutan Komnas Perempuan Komnas HAM dalam laporannya.

Menanggapi hal itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan pemerintah Indonesia tidak akan meminta maaf kepada keluarga korban terkait putusan Pengadilan Rakyat Internasional (IPT) tentang kasus pelanggaran HAM di Indonesia pada 1965.

Baca Juga  Sesuai Usulan KPU Pemungutan Suara 23 September 2020 Kemendagri Setuju di Tunda

Hal itu, kata Nurmantyo, sudah sesuai dengan yang telah diungkapkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pertemuannya dengan TNI pada Juni 2016.

“Presiden mengatakan tak ada niat sedikitpun meminta maaf soal itu. Hal itu disampaikan presiden saat buka puasa kemarin,” tegas Nurmantyo pada acara Kejurnas Kushin Ryu Karate do Indonesia di Bekasi, Sabtu (23/7/2016) seperti dikutip liputan6 online.

Baca Juga  Dewi Persik Semangati Ahok Dengan Pelukan Seksi

Dia juga menegaskan, bangsa internasional tidak perlu mengurusi situasi Indonesia yang telah berjalan damai dan kondusif.

“Sudahlah tidak usah perdulikan mereka. Kita sudah hidup rukun, damai. Orang luar itu hanya bikin ribut aja,” singkat Gatot sambil melangkah meninggalkan gedung. Dari berbagai sumber.(mas)

Baca Juga:

Serangan Udara Rusia Hancurkan Pangkalan Rahasia AS Di Suriah

Pasukan Garuda Minusca Mendapat Medali Dari PBB

Tiga Pamen TNI Mendapat Penghargaan dari NDU China

Loading...

Terpopuler


To Top