Loading...
KabarPojok

Hindari Bercinta di Saat-Saat Seperti Ini



kabarin.co – Jakarta, Berhubungan intim sangat bermanfaat bagi pasangan suami istri. Tapi, tidak berarti semua masalah dapat selesai dengan bercinta.

Pasalnya, ada waktu-waktu tertentu saat seseorang harus menghindari hubungan seks. Dilansir dari Business Insider Singapore pada Minggu (17/2/2019), berikut 10 momen bercinta tidak boleh dilakukan.

Hindari Bercinta di Saat-Saat Seperti Ini

1. Di masa penyembuhan setelah infeksi Saluran Kencing

Sekalipun ISK sudah membaik, namun Anda dianjurkan untuk tidak terburu-buru melakukan hubungan intim. Diana Rodriguez dari Everyday Health mengatakan, Anda harus menunggu sampai pengobatan dengan antibiotik selesai dan bebas dari gejala penyakit tersebut selama dua minggu.

Jika tidak, seks hanya akan memperburuk ISK apabila tidak sepenuhnya hilang. Karena itu, teruslah berkonsultasi dengan dokter untuk waktu yang tepat bercinta setelah mengalami kondisi semacam ini.

2. Setelah mencukur bulu kemaluan

Jika Anda baru saja mencukur bulu kemaluan dengan metode seperti bikini wax atau brazilian wax, tidak disarankan untuk berhubungan seks. Hal tersebut karena kulit menjadi sangat sensitif. Anda baru boleh berhubungan intim setelah menunggu hingga 24 jam.

3. Seks di masa-masa tertentu kehamilan

Seks di masa kehamilan sesungguhnya tidak masalah. Janin terlindungi oleh kantung ketuban dan oleh sumbatan lendir yang menghalangi serviks. Namun, menurut Dr. Laura Riley di Parents.com, ada beberapa kondisi yang tidak disarankan.

Beberapa kondisi itu adalah saat yang bisa mengancam perlindungan janin tersebut. Pecahnya membran, lokasi abnormal, pergerakan plasenta, serviks yang terbuka sebelum waktunya, infeksi menular, hingga riwayat prematur, adalah beberapa risiko yang harus dihadapi. Karena itu, pastikan berkonsultasi ke dokter jika ingin melakukan hubungan seks di masa kehamilan.









loading...

4. Untuk menghindari konflik

Pengajar seks Domina Franco mengatakan pada INSIDER bahwa berhubungan seks untuk mencegah pertengkaran dan menyenangkan pasangan adalah sebuah ide buruk. Jika ini dilakukan dengan tekanan, ada beberapa konsekuensi seperti rasa takut atau penolakan. Jelas saja, ini hanya menambah masalah baru.

“Ketika seseorang mendesakmu untuk berhubungan seks hingga mereka memaksamu menjawab ‘ya’ adalah resep untuk sebuah bencana,” kata Franco.

5. Baru saja melahirkan

Meskipun secara teknis tidak ada waktu tertentu untuk berhubungan seks setelah melahirkan, Mayo Clinic merekomendasikan untuk menunggu hingga empat sampai enam minggu. Hubungan intim sebelum waktu tersebut berisiko komplikasi dan mengganggu proses penyembuhan.

6. Mengalami infeksi ragi

Berhubungan seks saat sedang mengalami infeksi ragi hanya akan membuat penyakit itu menjadi lebih buruk. Selain itu, Anda bisa menularkan infeksinya ke pasangan.

7. Di bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol

“Akan ada banyak orang yang mengatakan bahwa berhubungan seks di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol bukan ide yang bagus,” kata pengajar seks Domina Franco.

“Dalam beberapa hal saya setuju, karena saya tidak tahu bahwa Anda bisa sepenuhnya melakukan pengambilan keputusan jika pandangan Anda kabur,” tambahnya. Franco menambahkan, hal-hal semacam ini juga bisa menyebabkan masalah. Salah satunya pelecehan seksual dan pemerkosaan.

8. Sebelum tes pap smear

Hindari berhubungan seks tanpa kondom sebelum melakukan tes pap smear. Paling tidak hingga 48 jam.

Menurut asisten profesor kebidanan dan ginekologi klinis dan kepala Minimally Invasive Gynecology di University of Illinois College of Medicine, Chicago, Amerika Serikat, Jessica Shepherd cairan mani bisa mengganggu alat untuk melakukan evaluasi.

Kepada Glamour, Shepherd mengatakan bahwa hubungan seks sebelum pap smear tidak apa-apa. Namun, Anda harus menggunakan kondom. Jika tidak, ini malah mengacaukan tes yang dilakukan.

9. Tidak terlindungi

Jika Anda merasa belum terlindungi dari risiko infeksi menular seksual, hindari hubungan seksual. Lebih baik, gunakan pengaman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

10. Dengan terpaksa

Anda tidak boleh berhubungan jika Anda dan pasangan tidak menghendakinya. Bahkan, jika itu di luar adanya paksaan atau tekanan.

“Pada intinya, saya percaya bahwa Anda tidak boleh berhubungan seks kecuali Anda merasa bersemangat dan hadir untuk interaksi seksual,” kata Franco.

(epr/lip)

Baca Juga:

Pasutri Wajib Tahu, Ini Manfaat Bercinta Usai Bertengkar

Hangatkan Cinta dengan Posisi Sandwich

5 Ucapan Ini Tidak Ingin Didengar Suami saat Bercinta

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top