Loading...
Politik

Hendropriyono: Benteng Terdepan Pemerintahan Jokowi dan Target Capai 4 Besar Adidaya Dunia

Hendropriyono menegaskan, partainya akan selalu mendukung dan tidak akan menjadi bagian dalam kelompok yang menentang era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono


kabarin.co, JAKARTA-Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono menegaskan, partainya akan selalu mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi-JK. Hal itu disampaikan Hendropriyono saat membacakan platform politik dan garis perjuangan PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia).

“PKPI berdiri di belakang administrasi Presiden Jokowi-JK dan selalu berada di benteng terdepan dalam menjamin stabilitas pemerintahan negara RI,” ujar Hendropriyono dalam sambutannya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017).

Dia melanjutkan, PKPI juga mendukung stabilitas ekonomi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat. Diharapkan pada tahun 2045 nanti, Indonesia bisa masuk ke dalam empat besar negara adidaya di dunia.

Sindiran Hendropriyono kepada tersangka dugaan upaya makar
Hendropriyono menyatakan bahwa partainya tidak akan menjadi bagian ke dalam suatu kelompok yang menentang era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dia merujuk kelompok penentang Jokowi yakni sekumpulan orang yang sudah ditetapkan oleh aparat penegak hukum sebagai tersangka atas kasus dugaan makar.

“Oh kami tidak berada pada kelompok yang menghambat, atau mengancam kemajuan bangsa. Kami tidak mungkin berada di sana,” kata Hendro di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Baca: AM Fatwa: Selesaikan Kasus Dugaan Makar Para Aktivis secara Politis

Seharusnya, kata dia, seluruh masyarakat di tanah air memperhatikan beberapa hasil kinerja yang ditunjukan Jokowi.

Saat ini polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka makar. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan kakak beradik Rizal dan Jamran.

Baca: Salah Sasaran Kasus Makar: Kenapa Bonggolnya Tak Ditangkap?









loading...

Polisi menangkap mereka berbarengan dengan demonstrasi 2 Desember yang menuntut penyelesaian kasus dugaan penistaan agama yang menyeret calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hendro mengungkapkan di bawah kepemimpinan Jokowi terdapat beberapa hasil positif yang ditunjukan kepada masyarakat. Misalnya, menurunkan harga BBM di Papua.

“Misalnya, yang presiden tunjukan bagaimana harga BBM di Papua sekarang, jadi apa sebetulnya yang kita tidak bisa?” ujar mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Baca: Bela Tersangka Kasus Makar, Hidayat Nur Wahid Nilai Pemerintah Lebih ‘Istimewakan’ OPM

Kata dia, sebenarnya siapapun pemimpinnya dapat melakukan sesuatu untuk kemajuan dalam negeri. Asal, dengan syarat saling mendukung satu sama lain, baik itu berasal dari kalangan masyarakat maupun pejabat di Indonesia.

“Bisa, asal kita jangan berkelahi sendiri, jangan hasut menghasut. Sudahlah. Siapapun pemimpinnya kita harus back up. Kita sudah pilih sendiri pemimpinnya nasional, pemimpin negara ini,” kata dia.

Baca: Aktivis Tersangka Kasus Makar Mengadu ke DPR

Ia yakin, jika di Indonesia masih terdapat kelompok yang berusaha bersikap menjatuhkan pemimpin atau semacamnya, dipastikan Indonesia akan kalah bersaing dengan negara lain.

“Jangan terus jegal- menjegal, berusaha untuk menjelek-jelekan. Kapan maju, malu kita ama negara-negara lain. Negara-negara yang lahir di belakang kita,” kata Hendro. (mfs)

Baca juga:

Kasus Munir, Kenapa SBY Tuding Megawati dan Hendropriyono Terlibat?

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top