Loading...
KabarSport

Hari Kelabu Kabau Sirah! Semen Padang U-19 Takluk Ditangan Bhayangkara FC U-19

kabarin.co – Hari Jumat (15/9), menjadi hari kelabu klub Semen Padang FC. Setelah sore hari tim senior dibekap Bhayangkara FC 1-2 di kandang sendiri, di Stadion H. Agus Salim Padang, malam harinya giliran tim Semen Padang U-19 yang takluk 2-3 dari Bhayangkara U-19.

Kekalahan ini membuat peluang “kabau Sirah Mudo” lolos ke babak 8 besar kompetisi Liga 1 U-19 semkain berat. Peluang Guntur Rahman Putra dan kawan-kawan kini hanya ada mengintip peluang sebagai salah satu peringkat tiga terbaik.

Dituntut menang, Semen Padang U-19 justru tampil gugup di awal pertandingan. Koordinasi permainan tak berjalan bagus. Akibatnya Bhayangkara FC unggul mencuri gol pada menit ke-14 melalui Jadug Arya Argani, melalui tendangan bebas yang tak bisa diselamatkan kiper Heri Hermawan.

Pertengahan babak kedua, Bhayangkara kembali memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan semen Padang, Ferdiyansyah berhasil memanfaatkan bola yang lepas dari kiper Semen Padang yang bertabrakan dengan pemain Bhayangkara, 2-0.

Insiden tabrakan itu membuat kiper heri Hermawan terpaksa diganti Rendy Oscario. Menit ke-44 Afdal Yusra memperkecil ketertinggalan Semen Padang, memanfaatkan bola rebound kiper Bhayangkara yang menepis tendangan Guntur Rahaman. Skor 1-2 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Semen Padang memegang kendali serangan dan menguasai permainan. Namun sejumlah peluang gagal menjadi gol. Justru Bhayangkara memperbesar keunggulan melalui sebuah serangan balik, Ichtio Nikmatul Akbar berhasil menaklukan Rendy Oscario.

Semen Padang kembali memperkecil ketertinggalan melalui Ronaldo Eko Yulianto yang menerobos sampai kotak penalti menit ke-78. Semen Padang semakin termotivasi untuk menyamakan skor.

Di masa injury time, Bhayangkara nyaris memperbesar keunggulan lagi, ketika wasit menghadiahkan penalti. Namun, eksekusi pemain Bhayangkara berhasil di gagalkan rendy. Sampai pluit panjang berbunyi, skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu.

Kekalahan ini mebuat Semen Padang U-19 tertahan dengan poin 10, sementara Bhayangkara memastikan lolos ke babak 8 besar sebagai runner up Grup 1 dengan 16 angka, mendampingi Persib Bandung U-19 yang dipastikan juara grup.

Usai Laga, asisten pelatih Semen Padang U-19, Robby Mariandi mengatakan, hasil ini memang diluar dugaaannya, karena hasrat menyapu bersih dua laga kandang tersisa demi membuka peluang lolos ke babak 8 besar, ternyata gagal berbuah sesuai harapan.

“Kita mengawali pertandingan dengan sedikit lambat, mungkin secara psikologis anak-anak sedikit terbebani dengan keharusan menang. sehingga permainan kita sedikit kacau diawal permainan.”ujar Robby.

Selain itu, dua gol cepat Bhayangkara FC membuat kosentrasi dan mental anak asuhnya sempat down di babak pertama. “Tapi 15 menit jelang babak pertama kita mulai bisa bangkit, dan mememperkecil kekelahan.”ujarnya.

Hanya saja di babak kedua, Saat Afdal Yusra memegang kendali permainan dan memforsir serangan, justru kembali kecolongan. Dan tekanan mental pun jadi lebih berat. “Anak-anak sudah berusaha, awalnya kami ingin meraih kemenangan menyambut kembalinya Coach Welly dari Tanah suci, tapi keinginan kita tak tercapai.”ucap Robby.

menyoal laga terakhir melawan PS TNI U-19, 23 September mendatang di Padang, Robby mengaku akan tetap fight dan berusaha meraih kemenangan. “Itu laga terakhir kita di fase grup, yang pasti kita akan mati-matian meraih kemenangan, tak peduli kita bisa lolos atau tidak ke 8 besar.”tegasnya.

Sementara pelatih Bhayangkara U-19, Charis Yulianto, menyebut timnya bermain luar biasa, dan bisa memanfaatkan sejumlah peluang jadi gol. Dia juga menyebut lolosnya tim ke 8 besar adalah hal yang sangat disyukuri.

“Kunci kemenangan kami adalah, kami mampu bermain efektif dan memaksimlakn peluang yang ada jadi gol. Kami optimis menang, karena sejak awal kami melihat ada lubang di pertahanan Semen Padang, kami manfaatkan hal itu.”ujar mantan kapten Timnas Indonesia itu.(RMO)

Loading...

Terpopuler


To Top