Loading...
KabarinAja

Hari Ini Kejari Pasaman Barat Berhasil Sita Uang Kontraktor Proyek RSUD Rp 1,5 Miliar, Total Kerugian Sudah Dikembalikan Rp 5,77 Miliar

Kabarin.co – Kejaksaan Negeri Pasaman Barat terus berupaya melakukan langkah-langkah kongkrit, agar kerugian negara dari hasil dugaan korupsi pembangunan RSUD Pasaman Barat bisa dikembalikan.

Sebelumnya, Kejari Pasaman Barat berhasil melakukan penyitaan suap dan gratifikasi dengan total Rp 4,270.000.000 dari Rp 4,5 miliar dana yang sudah didistribusikan oleh tersangka Direktur PT MAM Energindo kepada para pejabat terkait pembangunan RSUD Pasaman Barat

Kali ini Kejari Pasaman Barat kembali berhasil melakukan penyitaan uang sebesar Rp 1,5 miliar dari PT MAM , dari total Rp 20 miliar lebih kerugian fisik yang ditimbulkan dari penyimpangan tersebut.

“Kami bersyukur tim penyidik berhasil melakukan penyitaan uang sebesar Rp 1,5 miliar dari kerugian pembangunan fisik RSUD Pasaman Barat. rencananya nanti akan kami titipkan uang tersebut di rekening penampungan Kejaksaan Negeri Pasaman Barat di Bank BRI,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana kepasa media, Jumat (21/10/2022).

Ginanjar Cahya Permana menyebutkan, dengan pengembalian ini maka tim penyidik telah berhasil melakukan pengembalian kerugian keuangan negara dalam perkara RSUD Pasaman Barat senilai Rp 5.770.000.000.

Dari kerugian negara Rp 20 miliar pada perkara ini, pihaknya sudah koordinasi dengan Tim Intel Kejaksaan Tinggi untuk melakukan pelacakan aset bagi para pelaku yang nantinya akan dilakukan penyitaan, untuk menutupi kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari perbuatan para tersangka.

“Berdasarkan putusan hakim nantinya akan kita kembalikan semua uang yang kita sita kepada pemerintah daerah Kabupaten Pasaman Barat,” pungkasnya.

Sejauh ini kata Ginanjar, penyidik telah menahan 11 orang tersangka . Diantaranya, tiga tersangka dari pihak swasta dan delapan orang dari ASN. Para tersangka dari unsur ASN terdiri dari empat orang tersangka merupakan anggota kelompok kerja (Pokja) yakni inisial AS, LA,TA dan YE. Seterusnya empat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) merangkap Pengguna Anggaran (PA) inisial NI, inisial Y juga mantan Direktur RSUD, inisial HM dan BS.

Kemudian tiga pihak swasta Direktur PT Managemen Konstruksi inisial Y, Direktur PT MAM Energindo inisial AA yang terjaring OTT KPK dan ditahan di Lapas Suka Miskin dan HAM berperan sebagai penghubung.

Ancaman hukuman mereka sesuai dengan Pasal 2 jo 55 sub pasal 3 jo 55 KUHP. Untuk suap dan gratifikasinya, dikenakan Pasal 5 ayat 2 jo pasal 55 atau pasal 11 Jo pasal 56 KUHP. (pp)

 

Loading...

Terpopuler

To Top