Loading...
KabarEkonomi

Harga Gas RI Mahal dikarenakan Dijual dari Trade ke Trader

indopos.co.id


kabarin.co – Jakarta, Tingginya harga gas industri di Indonesia semakin tidak masuk akal. Dengan banyak daerah yang menghasilkan gas alam, harga jual gas industri di Indonesia lebih mahal daripada negara tetangga, misalnya di Singapura. Industri harus merogoh antara US$ 8-US$ 14/MMBtu untuk memperoleh gas.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan, mahalnya harga gas industri di Indonesia dikarenakan panjangnya mata rantai distribusi gas dr sumur bor ke industri. Panjangnya mata rantai yang mencapai 5 tangan mendorong tingginya harga gas.

“Mata rantai distribusi terlalu panjang. Ada 5 tingkat dari trader pertama, kedua dan seterusnya itu terlalu panjang,” ujar Syamsir dalam sebuah diskusi di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016).

Ia menyebut, karena dijual dari trader ke trader yang masing-masingnya mencari untung maka harga gas menjadi mahal saat tiba di tangan end userseperti pabrik pupuk, pabrik tekstil dan lainnya.

“Harga gas di Indonesia yang termahal di dunia. Padahal menghasilkan gas juga,” sambung dia.

Diskusi dengan tema Energi Kita kali ini juga dihadiri oleh Trader Gas, Bukhari, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi, dan Direktur Ekskutif IRESS Marwan Batubara.(det)

Baca Juga:

Harga Gas di Dalam Negeri Kelewat Mahal, Airlangga Hartato: Sedang Kita Pelajari

Pemerintah Kota Semarang Larang PNS Menggunakan Gas LPG 3kg









loading...

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top