Loading...
KabarEkonomi

Hanya 100 Unit Industri Rokok yang Wajib Membayar Pajak

bijaks


kabarin.co – Jakarta, Kepala Sub Direktorat Industri Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Setyati Endang Nusantari mengatakan, jumlah industri rokok di Indonesia terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Setyati mengatakan, jumlah industri pada 2010 sebanyak 2.600 unit indutri, akan tetapi menurun pada 2015 menjadi 600 unit, di mana setiap tahun dapat dikalkulasikan menurun sekitar 25,4 persen.

“Ini industri kecil dan industri menengah yang mengalami penurunan,” kata Setyati saat acara Polemik Radio Sindo Trijaya Network di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (27/8/2016).

Dia melanjutkan, dari seluruh jumlah industri rokok di Indonesia, hanya 100 unit industri yang rajib membayar pajak. 100 unit tersebut terdiri dari industri besar dan industri menengah.

“Industri kecil hanya membeli pita cukai asal kebutuhan saja, kemudian industri kecil mempertahankan MPPBKC (cek lagi ini soal izinnya), kalau tidak produksi setahun maka MPPBKC-nya mati, makanya ambil kecil sekali,” tambahnya.

Mengenai penerapan pajak, sambung Satyati, industri rokok banyak dikenakan, mulai dari pajak cukai, pajak daerah hingga PPN. Bahkan, penerimaan cukai negara 90 persen berasal dari rokok, namun hanya 10 persen dari total keuntungan industri rokok masuk ke kantong para pelaku industrinya.

“Jadi satu batang rokok itu 70 persen itu sudah diberikan kepada negara, cukai, pajak daerah, PPN, dan 30 persen masuk ke industri 20 persen bahan baku dan pekerja, dan 10 persen masuk kantong, bisa dipikirkan bagaimana industri kecil bertahan,” tandasnya.(oke)

Baca Juga:

Abu Bakar: Bila Harga Rokok Rp 50 Ribu per Bungkus, Hanya Orang – Orang Bergaji diatas Rp3 Juta yang Bisa Menikmatinya

YLKI: kenaikan harga rokok bukan ancaman petani-pekerja









loading...

KSPI: Curiga Kenaikan Harga Rokok untuk Tutupi Kegagalan Tax Amnesty

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top