Loading...
Nasional

Habib Rizieq Dinobatkan Komunitas Tionghoa Sebagai “Man of The Year”

Komunitas Tionghoa menobatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini sebagai “Man of The Year”. Habib Rizieq dinilai sangat pantas menyandang gelar itu.

Habib Rizieq


kabarin.co, JAKARTA-Setelah mantan calon wakil gubernur independen Mujtahid Hashem menyatakan Habib Rizieq pantas menyandang gelar itu. Kali ini komunitas Tionghoa menobatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini sebagai “Man of The Year”.

Bukan hanya satu komunitas, tapi sekaligus dua Komunitas Tionghoa yang memberikan apresiasi atas peran Habib Rizieq yang sangat menonjol akhir-akhir ini.

Penghargaan pertama dari Muslim Tionghoa Indonesia (Musti) pimpinan Jusuf Hamka dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) pimpinan Lieus Sungkarisma.

Sebelum itu Ketua Bidang Hubungan Internasional Korps Alumni HMI (KAHMI) Nasional, Mujtahid Hashem mengatakan Habib Rizieq berperan sebagai muslim leader yang mampu menyibak energi sholawat untuk menjaga harga diri kaum muslimin dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Dalam kekuatan dan kesadaran sholawat yang terbangkitkan itu gerakan kaum muslimin menjadi semacam peringatan bagi pembuat kebijakan di negara ini untuk tidak menistakan kaum yang menjadi bagian sempurna rakyat tertindas di Indonesia.

Meski banyak menerima ‘godaan’ agar Habib terjun ke arena politik dengan membentuk sebuah partai (Partai Islam). Namun, Habib Rizieq bersikukuh tetap ingin menjadi pemimpin informal.

“Biarlah untuk gerakan ini FPI yang bergerak, NU dan Muhammadiyah berada pada jalurnya,”ujar Habib Rizieq.

Menurut eks aktivis Universitas Mercu Buana, Indra Budiman, hal itu menjaga kemampuan Habib untuk tetap lurus dalam gerakan yang ia sertai dan terlibat di dalamnya.

“Habib Rizieq punya kemampuan menjaga gerakan, pantaslah beliau dinobatkan sebagai Man of The Year 2016.” ujar Indra.

Habib Rizieq di mata Komunitas Tionghoa
Lieus mengatakan, masyarakat khususnya warga keturunan Tionghoa memandang perlu memberikan apresiasi kepada Habib Rizieq. Rizieq dinilai mampu mengendalikan aksi 212 menjadi aksi super damai sehingga tidak merembet ke masalah SARA.

“Begini, kita kan orang Tionghoa melihat demo 212 ini sepertinya menakutkan, tapi ada jaminan dari Habib Rizieq tidak akan menyamber ke SARA, ini karena kebetulan Ahok yang jadi gubernur ini Tionghoa, kemudian dianggap menista. Tetapi sebetulnya tidak ada masalah SARA dalam aksi tersebut,” jelas Lieus kepada detikcom, Selasa (20/12/2016).

Menurut Lieus, Rizieq memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa aksi 212 tersebut bukan untuk menimbulkan kebencian terhadap kalangan minoritas. “Sehingga tidak ada ketakutan di kalangan minoritas dari kaum Tionghoa ini, jadi Habib Rizieq ini luar biasa, kita patut memberikan apresiasi kepada Habib Rizieq ini,” sambungnya.

Lieus juga meluruskan pandangan sebagian orang yang menilai aksi 212 sebagai aksi untuk menggulingkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kemudian dikaitkan dengan SARA.

“Ini (demo) karena Ahok punya indikasi korupsi kita demo, bukan karena dia orang Tionghoa, Kristen. Itulah kesamaan kita,” lanjutnya.

“Figur Rizieq ini diperlukan untuk negeri ini. Bangsa harus berubah jangan menuduh seseorang kalau belum tahu seperti apa,” tambahnya.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan oleh dua komunitas masyarakat Tionghoa yakni Muslim Tionghoa Indonesia (Musti) pimpinan Jusuf Hamka dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) pimpinan Lieus Sungkarisma. Penganugerahan akan digelar di Restoran Al Jazeera, Jl Johar No 8, Jakarta Pusat pada Kamis (22/12).

Siang nanti pukul 13.00 WIB, Komtak dan Musti akan melakukan konferensi pers terkait rencana pemberian anugerah ‘tokoh Indonesia 2016’ kepada Rizieq tersebut, di tempat yang sama. Dalam kesempatan tersebut, rencananya akan hadir Ahmad Dhani dan Farhat Abbas untuk islah.

“Nanti Ahmad Dhani dan Farhat Abbas juga akan hadir, mereka mau islah. (Kenapa islah) karena mereka sama-sama hadir di 212, kita berharap dengan adanya islah ini dapat rukun kembali,” jelasnya.

Komtak sendiri merupakan organisasi antikorupsi yang menyoroti masalah korupsi. “Komtak ini berdiri sejak KPK zaman pak Ruki (Taufiqurahman Ruki) menjadi pimpinan KPK pertama,” ujar Lieus menceritakan sedikit background komunitasnya. (mfs)

Baca juga:

Mujtahid Hashem : Habib Rizieq Shihab Man of The Year 2016

Habib Rizieq: Tidak Akan Ada Lagi Aksi Bela Islam 4, tapi Revolusi Jika Ahok Dibebaskan









loading...

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top

Streaming Bokep Indonesia Terbaru 2017

Watch JAV HD and Streaming JAV Uncencored