Loading...
KabarSport

Gaya Main Atletico di Kritik, Ini Jawaban Simeone

kabarin.co – MUNICH – Gaya main Atletico Madrid mendapatkan kritikan belakangan ini. Pelatih Atletico, Diego Simeone, menjawab kritikan-kritikan yang mengarah ke timnya.

Salah satu figur yang mengkritik tajam Atletico adalah mantan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez. Xavi berharap Barca atau Real Madrid tak akan pernah meniru gaya main defensif ala Atletico.

“Tim-tim besar seperti Barcelona dan Madrid harus berpegang pada gaya main mereka sendiri. Anda tak boleh mulai bermain seperti Atletico,” ujar Xavi.

“Saya tak suka melihat tim-tim bertahan total. Atribut terbesar Simeone adalah dia dengan sempurna menyetel timnya untuk meredam kekuatan lawan,” katanya.

Pada laga leg pertama semifinal Liga Champions melawan Bayern Munich, Atletico yang menjadi tuan rumah justru lebih banyak bertahan, terutama setelah unggul 1-0 lewat gol Saul Niguez. Gelandang Bayern, Arturo Vidal,memprediksi Atletico akan tetap mempertahankan gaya yang sama pada pertemuan kedua di Munich, yaitu bermain defensif dan sesekali menyerang balik.

Simeone menanggapi kritikan-kritikan tersebut dengan santai. Menurutnya, gaya main Atletico sekarang adalah yang paling cocok dengan materi pemain yang dia miliki.

“Pertama-tama, saya sangat menghargai pandangan setiap orang. Kita semua punya alasan dan ada cara main sepakbola yang berbeda-beda,” ujar Simeone.

“Sepakbola adalah olahraga yang fantastis. Ada banyak cara untuk memainkannya. Itu bergantung pada pemain-pemain yang Anda miliki. Menyenangkan bagi saya bisa berada di sini dan bekerja bersama skuat ini,” imbuh pelatih asal Argentina itu.

“Tujuan saya adalah memberdayakan para pemain, sistem permainan. Kebanggaan terbesar saya adalah memberdayakan pemain-pemain yang saya miliki, bukan ide-ide kami,” jelasnya.

“Di leg pertama, kami bermain dengan cara yang terasa baik bagi kami. Besok kita lihat seberapa kuat Bayern dan diri kami sendiri. Saya pikir tidak ada tekanan ekstra apapun untuk Bayern,” tutur Simeone.

Atletico cuma membutuhkan hasil imbang di Allianz Arena, Rabu (4/5/2016) dinihari WIB, untuk melaju ke final. Sementara itu, Bayern harus menang dengan selisih minimal dua gol untuk membalikkan keadaan.

“Kami tahu bahwa hasil imbang akan meloloskan kami, tapi kami tidak boleh berpikir mengejar hasil imbang. Menang adalah esensi permainan,” kata Simeone.(dtk)

Comments
Loading...

Terpopuler


To Top